PNL-PAG Perpanjang MoU, Perkuat Link-Match Pendidikan Industri

  • 10 Sep 2026 20:23 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dan PT Perta Arun Gas (PAG) memperpanjang kerja sama untuk tiga tahun ke depan, memperkuat hubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.

Perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani Direktur PNL Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dan Technical & Operation Director PT Perta Arun Gas Agus Mukorobin di Ruang Rapat Direktur, Gedung TDC PNL, Rabu, 9 September 2026.

Kerja sama PNL dan PAG telah berjalan sejak 2015. Kemitraan tersebut tidak hanya sebatas dokumen, tetapi diwujudkan melalui program magang dan praktik kerja mahasiswa, rekrutmen lulusan, penyelarasan kurikulum, praktisi mengajar, kuliah umum, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.

Direktur PNL Rizal Syahyadi mengatakan, kemitraan dengan PAG menjadi salah satu contoh nyata bagaimana perguruan tinggi vokasi dan industri dapat tumbuh bersama.

“Kerja sama PNL dan PAG bukan sekadar dokumen MoU, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa PNL mendapatkan kesempatan belajar langsung di dunia industri, sementara kebutuhan industri menjadi masukan penting dalam pengembangan kurikulum dan kompetensi lulusan.

Rizal menambahkan, kerja sama tersebut semakin strategis karena Program Studi Teknologi Pengolahan Minyak dan Gas serta 10 program studi lainnya telah meraih akreditasi Unggul.

Ia berharap perpanjangan MoU dapat membuka lebih banyak program kolaborasi yang konkret, terukur dan berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan.

Sementara itu, Technical & Operation Director PT Perta Arun Gas Agus Mukorobin menegaskan, kerja sama tersebut harus diterjemahkan dalam program yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, hubungan PAG dan PNL memiliki sejarah panjang yang telah terbangun sejak era PT Arun dan terus berlanjut hingga PAG.

“Sejak transformasi PT Arun menjadi PAG, kerja sama ini tidak pernah terputus. Termasuk dalam program magang, kami tetap memberikan dukungan,” kata Agus.

Ia menyebut PNL memiliki sumber daya akademik yang dibutuhkan industri, sementara PAG memiliki persoalan dan kebutuhan nyata yang dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus penelitian bagi perguruan tinggi.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah penelitian mengenai pemanfaatan limbah perlite dari fasilitas Arun. Melalui kajian bersama, limbah tersebut dikembangkan agar memiliki nilai guna.

“Industri memiliki persoalan dan kebutuhan, sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik serta kemampuan penelitian untuk turut menghadirkan solusi,” ujarnya.

Agus juga menyebut sebagian besar peserta magang di PAG berasal dari PNL. Menurutnya, hal itu menunjukkan kepercayaan industri terhadap kompetensi mahasiswa vokasi PNL.

Melalui perpanjangan MoU ini, kedua pihak sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, seminar, pelatihan, kuliah umum, magang, praktik kerja dan studi lapangan.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi melahirkan lebih banyak inovasi, memperkuat kompetensi lulusan, sekaligus menjawab kebutuhan industri.

Bagi PNL dan PAG, kolaborasi ini menjadi jembatan penting untuk memastikan pendidikan vokasi semakin dekat dengan dunia kerja dan menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....