BNN RI Tegaskan Mantan Pengguna Narkoba Harus Dibekali Keterampilan
- 31 Agt 2026 23:26 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menilai pemulihan mantan penyalahguna narkotika tidak cukup hanya melalui proses rehabilitasi medis dan sosial. Mereka juga harus memiliki aktivitas produktif agar tidak kembali terjerumus ke dalam jaringan narkoba. Senin, 31 Agustus 2026.
Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Brigjen Pol. Dr. Edi Suwasono, M.M., mengatakan mantan penyalahguna yang telah selesai menjalani rehabilitasi membutuhkan dukungan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Menurut Edi, salah satu persoalan yang harus diantisipasi adalah ketika mantan penyalahguna tidak memiliki pekerjaan maupun aktivitas produktif. Kondisi tersebut dapat membuat mereka kembali berhubungan dengan lingkungan lama.
“Sudah tuntas secara medis dan sosial, tetapi begitu kembali ke masyarakat dia tidak bekerja dan tidak punya aktivitas, itu yang rawan,” ujar Edi.
Karena itu, BNN mengembangkan program pascarehabilitasi yang mengarahkan mantan penyalahguna untuk memiliki keterampilan, pekerjaan dan tanggung jawab sosial.
Ia juga menyoroti pentingnya memisahkan penanganan penyalahguna dengan bandar atau pengedar narkotika.
Menurutnya, penyalahguna yang ditempatkan bersama bandar dan pengedar justru berisiko mendapatkan pengaruh yang lebih kuat dari jaringan narkoba.
“Penyalahguna tidak boleh dicampur dengan bandar dan pengedar. Penyalahguna harus diarahkan ke rehabilitasi agar pulih,” tegasnya.
BNN berharap masyarakat ikut memberikan ruang bagi mantan penyalahguna untuk kembali produktif dan diterima di lingkungan sosial.
| Baca juga: Prediksi BlackBerry yang ternyata Meleset |
Edi juga mengingatkan masyarakat Aceh Utara dan Lhokseumawe agar tidak mudah tergiur tawaran bandar narkoba yang menjanjikan keuntungan cepat.
Ia menegaskan keuntungan sesaat dari aktivitas ilegal justru dapat membawa konsekuensi hukum dan merusak masa depan individu serta keluarganya.
“Masyarakat jangan mudah tertipu dan jangan mudah tergoda rayuan bandar. Keuntungan sesaat jangan sampai membuat masyarakat dan keluarga menjadi korban,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....