Why English Is More Than Just a Language: Kunci Komunikasi di Dunia Global
- 20 Agt 2026 23:28 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bahasa Inggris kini tidak lagi sekadar menjadi alat untuk berbicara dan menulis, tetapi telah berkembang menjadi salah satu keterampilan penting dalam kehidupan global. Penggunaan bahasa Inggris dapat ditemukan dalam pendidikan, teknologi, bisnis, hiburan hingga media sosial. Kondisi ini membuat kemampuan berbahasa Inggris semakin dibutuhkan, terutama bagi generasi muda yang ingin memperluas wawasan dan kesempatan di tengah dunia yang semakin terhubung.
Dalam live program Out Side The Box, Kamis 20 Agustus 2026 di 95, 2 RRI Pro 2 Fm Lhokseumawe, Risfi Jefriyansyah (Ryan) dan Wasliyatul Hasanah (Lia) sebagai narasumber menjelaskan bahwa lebih dari sekadar kemampuan berkomunikasi, bahasa Inggris juga menjadi jembatan dan banyak akses lainnya untuk mengenal berbagai budaya dan perspektif dari negara lain. Melalui buku, film, podcast, artikel, maupun percakapan dengan orang dari berbagai negara, seseorang dapat memperoleh pengetahuan yang mungkin tidak tersedia dalam bahasa sehari-hari.
Dengan demikian, belajar bahasa Inggris sekaligus dapat melatih seseorang untuk lebih terbuka terhadap perbedaan dan memahami dunia dari sudut pandang yang lebih luas. Hal ini jelas dirasakan oleh Lia, alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Belanda selama enam bulan.
Dalam dunia pendidikan dan pekerjaan, kemampuan bahasa Inggris juga dapat membuka lebih banyak peluang. Banyak sumber pembelajaran, informasi teknologi, penelitian, serta kesempatan kerja internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai media utama. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris bukan hanya soal mendapatkan nilai yang baik di sekolah, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri untuk berkomunikasi dan bersaing di lingkungan yang lebih luas.
English is more than just a language karena di dalamnya terdapat peluang untuk belajar, berjejaring, berkarya, dan mengenal dunia. Generasi muda tidak harus langsung fasih untuk mulai menggunakannya. Konsistensi membaca, mendengarkan, berbicara, dan berani melakukan kesalahan menjadi bagian dari proses. Semakin sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Inggris dapat berubah dari sekadar mata pelajaran menjadi keterampilan yang membantu seseorang melangkah lebih jauh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....