Remaja Rawat Kemerdekaan dengan Bijak di Era Digital

  • 15 Agt 2026 10:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kemerdekaan di era digital tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan berekspresi, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk menggunakan teknologi secara bijak dan positif.

Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menyaring informasi, serta menghindari berbagai pengaruh negatif di dunia digital.

Trainer/Motivator Self Management Indonesia, Azwar Djafar, mengatakan remaja harus mampu menjadi pengguna media digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Menurutnya, setiap informasi yang diterima tidak boleh langsung dipercaya, diteruskan, maupun diunggah ke media sosial.

“Remaja perlu menerapkan prinsip saring sebelum sharing, thinking sebelum posting,” ujar Azwar Djafar.

Ia menjelaskan, sebelum membagikan informasi, remaja perlu memastikan sumber dan kebenaran berita agar tidak ikut menyebarkan hoaks maupun informasi yang berpotensi memicu perpecahan.

Selain itu, etika dalam bermedia sosial juga perlu menjadi perhatian. Remaja diharapkan mampu menghormati perbedaan pendapat, menghindari ujaran kebencian, serta tidak melakukan perundungan siber atau cyberbullying.

Menurut Azwar, teknologi digital seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif. Remaja dapat menggunakan media digital sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya, hingga memperkenalkan budaya serta potensi daerah kepada masyarakat luas.

Ia menambahkan, merawat kemerdekaan juga dapat dilakukan dengan memperkuat rasa nasionalisme, persatuan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Karena itu, remaja perlu memiliki pendirian kuat agar tidak mudah terbawa pengaruh lingkungan maupun ajakan teman yang mengarah pada aktivitas negatif.

Azwar mengingatkan sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari, seperti nongkrong tanpa tujuan, bermain game online secara berlebihan hingga melupakan kewajiban, serta terlibat dalam judi online yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

“Dalam menjaga nasionalisme, penting bagi remaja untuk tidak ikut-ikutan, tidak salah melangkah, dan tidak melakukan tindakan negatif meskipun hanya untuk mengisi waktu luang,” katanya.

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan dan perayaan seremonial. Generasi muda harus membuktikannya melalui tindakan nyata, seperti meraih prestasi, berkarya, menjaga persatuan, peduli terhadap lingkungan sosial, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, kemerdekaan di era digital dapat dirawat melalui generasi muda yang cerdas menggunakan teknologi, kuat menjaga nilai kebangsaan, serta mampu menjadikan ruang digital sebagai tempat untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....