Dua Siswa MAN 1 Pidie Masuk 3 Besar Kompetisi Robotik di Malaysia
- 13 Agt 2026 15:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh dua siswa MAN 1 Pidie, setelah berhasil masuk 3 besar di Kompetisi Robotic yang diselenggarakan di Selangor, Malaysia, hingga sesi pengumuman petang Rabu, 12 Agustus 2026.
Kedua siswa MAN 1 Pidie (yang madrasahnya di Tijue, Sigli) yang berhasil menyabet Juara 3 itu adalah Askia Humaira dan Habibi Azzarrar.
Kompetisi bergengsi antar negara yang diikuti 1257 peserta dari berbagai negara di Asia ini, bertajuk ‘World Robotic Competition Center’ (WRCC) yang berlangsung di University Putra Malaysia (UPM), Selangor, Malaysia sejak Selasa-Rabu, 11–12 Agustus 2026.
Menurut informasi yang disampaikan Kepala MAN 1 Pidie, Muhammad Thaifuri SPd MPd pada admin situs ini, kompetisi menjadikannya salah satu ajang robotik terbesar di Asia Tenggara karena diikuti ribuan peserta.
Hebatnya dari ribuan peserta itu pula, wakil dari Indonesia, khususnya Aceh (Kabupaten Pidie), yang merupakan anak didiknya berhasil meraup juara 3.
“Alhamdulillah di tengah ketatnya persaingan dari berbagai negara, kedua siswa MAN 1 Pidie kita mampu menunjukkan keunggulan dalam bidang programming, desain mekanik, dan kontrol robotik, sehingga berhasil menembus podium juara," sebutnya.
Lebih lanjut, Thaifuri, menjelaskan pencapaian itu merupakan bukti nyata bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami sangat bangga atas keberhasilan siswa kami. Juara 3 di ajang internasional dengan jumlah peserta lebih dari seribuan adalah pencapaian yang luar biasa. Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh pelajar Aceh untuk terus berinovasi,” ujarnya sumringah.
Kedua siswa yang tampil di Selangor sebelumnya telah melalui proses seleksi internal dan menunjukkan konsistensi di berbagai kompetisi nasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan ditingkat dunia.
Dalam kompetisi ini, kedua siswa yang tampil di Selangor sebelumnya telah melalui proses seleksi internal dan menunjukkan konsistensi dalam berbagai kompetisi nasional.
Keduanya juga didampingi pelatih ahli, Safri Ali yang sebelumnya meraup banyak juara di ajang sama pada Juni 2026, WRP (Word Robotic Peace).
Pengalaman keberhasilan tersebut menjadi bekal penting menghadapi tantangan ditingkat dunia.
Dalam kompetisi ini, mereka menampilkan robot dengan sistem kontrol cerdas yang mampu beradaptasi dengan berbagai skenario pertandingan, sehingga mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri.
Selain aspek teknis, kompetisi ini juga menekankan kolaborasi lintas budaya. Peserta dari berbagai negara berkesempatan bertukar ide, membangun jejaring internasional, dan memperkuat semangat perdamaian melalui teknologi.
Hal ini sejalan dengan visi MAN 1 Pidie untuk mencetak generasi unggul yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai Islami.
Dukungan penuh antara lain datang Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi dan jajaran. Juga motivasi dari Kakankemenagepala Kabupaten Pidie H Samhudi SSi dan jajaran, serta tokoh-tokoh daerah yang melihat keberhasilan ini sebagai momentum penting bagi pendidikan madrasah.
Prestasi tersebut diharapkan mampu mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di panggung internasional, sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai pusat inovasi pendidikan. Dengan semangat tinggi, kedua siswa kini bertekad untuk terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang robotik.
"Juara 3 bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih besar. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era globalisasi," pungkas Muhammad Thaifuri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....