81 Tahun Merdeka, Saatnya Pemuda Aceh Berkarya

  • 12 Agt 2026 05:13 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Delapan dekade lebih Indonesia merdeka, perjuangan tidak boleh berhenti pada seremoni dan pengibaran bendera.

Tokoh pemuda sekaligus Humas RS Arun Lhokseumawe, Rahmadi M. Ali, menilai generasi muda Aceh kini memiliki medan perjuangan baru: ilmu, kreativitas, teknologi, kewirausahaan dan keberanian menciptakan perubahan.

Rahmadi mengatakan pemuda harus naik kelas dari sekadar penonton menjadi pelaku pembangunan. Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM hingga sumber daya manusia. Semua potensi itu, menurutnya, membutuhkan energi anak muda agar tidak hanya menjadi kekayaan yang dimiliki, tetapi berubah menjadi kekuatan yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Ia mendorong pemuda memperkuat kompetensi, tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Penguasaan teknologi digital, AI, bahasa asing, kewirausahaan, komunikasi dan kepemimpinan menjadi bekal penting. “Pemuda harus mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan,” ujarnya.

Bagi Rahmadi, keberadaan pemuda juga harus terasa di tengah persoalan masyarakat. Pendidikan, lingkungan, kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan hingga pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan generasi muda. “Jangan hanya hadir ramai di media sosial, tetapi juga hadir dengan solusi,” katanya, seraya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kampus, dunia usaha, komunitas dan masyarakat.

Ia berharap momentum 81 tahun Indonesia merdeka menjadi titik balik cara pandang generasi muda Aceh. Perjuangan dahulu dilakukan dengan senjata, sedangkan hari ini perjuangan dapat diwujudkan melalui karya dan pengabdian. “Pemuda bukan sekadar masa depan Aceh, tetapi pemuda adalah bagian dari kekuatan Aceh hari ini,” pungkas Rahmadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....