12 Medali PORSENI Jadi Alarm PNL Naik Level
- 10 Agt 2026 22:53 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lokseumawe - Dua medali emas, lima perak dan lima perunggu menjadi bukti bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mampu bersaing di panggung nasional.
Dibawa pulang dari Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik Se-Indonesia di Politeknik Negeri Medan, Sumatera Utara, torehan 12 medali itu bukan hanya menjadi kebanggaan. Bagi PNL, capaian tersebut sekaligus menjadi alarm untuk meningkatkan standar pembinaan.
Semangat itu mengemuka dalam temu ramah mahasiswa berprestasi PNL, Senin (10/8/2026). Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, M.Eng., Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan prestasi tidak boleh berhenti sebagai seremoni kemenangan.
“Prestasi ini tentu membanggakan, namun sekaligus menjadi bahan evaluasi. Kita harus belajar dari politeknik lain, melihat apa yang menjadi keunggulan mereka dan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan prestasi PNL ke depan,” ujarnya.
Menurut Rizal, kompetisi tingkat nasional memberikan gambaran nyata tentang posisi PNL dibandingkan perguruan tinggi vokasi lainnya. Karena itu, pengalaman tersebut harus diolah menjadi bahan evaluasi untuk membangun pola pembinaan yang lebih terarah dan terukur.

Pembinaan ke depan tidak hanya menyangkut kemampuan teknis. Kesiapan fisik, mental bertanding, kedisiplinan latihan, strategi hingga kemampuan menghadapi tekanan kompetisi menjadi bagian yang harus diperkuat.
Mahasiswa yang masih memiliki kesempatan berkompetisi juga didorong untuk kembali memperkuat kontingen PNL pada PORSENI berikutnya di Semarang. Sementara alumni diharapkan tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi dapat kembali berkontribusi sebagai pelatih maupun pembina.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL, Ir. Syukri, S.T., M.T., menyebut bertambahnya medali emas menjadi sinyal positif dari pembinaan yang telah dilakukan.
Namun, ia meminta para mahasiswa tidak menjadikan capaian tersebut sebagai titik akhir.
“Jangan cepat puas dengan pencapaian hari ini. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Dua emas PNL dipersembahkan Wiesnu Hadi Sunjaya dari Pencak Silat dan Muhammad Nabil Adira dari Kempo.
Sementara lima medali perak diraih Muhammad Fahrezi dari Kempo, Cut Putri Izzatul Jannah Ayuka Muros dari Pencak Silat, Balqisa Humaira dari Kaligrafi, serta Muhammad Imam Abiyyu dan Muhammad Faris Hamzah dari Panahan.
Lima medali perunggu masing-masing disumbangkan Muhammad Imam Abiyyu dari Panahan, Ahmad Aulia Fahlevi, Annisa Sakhara Rahmah dan Muhammad Tasliman dari Taekwondo, serta Anjali Deya Rani Sinaga dari Pencak Silat.
Menariknya, 12 medali tersebut diraih oleh 11 mahasiswa dari berbagai program studi dan cabang olahraga maupun seni.
Manajer Kontingen PORSENI XV PNL, Ipan Suandi, S.T., M.T., mengatakan kekompakan menjadi salah satu kekuatan utama kontingen selama mengikuti kompetisi.
Berbagai kekurangan yang ditemukan selama PORSENI, menurutnya, akan menjadi catatan penting untuk memperbaiki persiapan kontingen berikutnya.
Bagi PNL, perjuangan di arena PORSENI tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Setiap medali menjadi rekam jejak kerja keras mahasiswa bersama pelatih, pembina, manajemen kontingen, pimpinan dan keluarga.
Lebih dari sekadar podium, PORSENI juga menjadi ruang pembentukan karakter. Disiplin, sportivitas, keberanian, kepercayaan diri dan mental kompetitif menjadi bekal yang akan dibawa mahasiswa jauh setelah kompetisi berakhir.
Kini, PNL menatap PORSENI berikutnya di Semarang dengan pekerjaan rumah yang jelas: mempertahankan prestasi, menambah emas dan memperluas basis mahasiswa berprestasi.
Dua emas yang diraih hari ini menjadi kebanggaan. Namun bagi PNL, target berikutnya sudah menunggu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....