Zayyan Bawa Nama Sukma Bangsa ke Jepang

  • 10 Agt 2026 20:43 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Dari Lhokseumawe, langkah seorang pelajar menuju panggung internasional kembali terukir. Muhammad Zayyan Nurkhairi, siswa kelas XI Andromeda SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, resmi dilepas untuk mengikuti AFS–Asia Kakehashi Project+ 2026 di Jepang, Senin, 10 Agustus 2026.

Pelepasan yang berlangsung di Selasar Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe itu menjadi momentum membanggakan bagi sekolah. Zayyan tidak hanya berangkat membawa koper dan perlengkapan belajar, tetapi juga membawa nama keluarga, sekolah, serta Kota Lhokseumawe dalam sebuah pengalaman pendidikan lintas negara.

Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, Sarlivanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti program internasional merupakan pengalaman penting bagi perkembangan siswa. Program tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk belajar mengenal budaya baru, membangun persahabatan internasional, sekaligus memperluas cara pandang terhadap dunia.

Bagi Zayyan, perjalanan ke Jepang bukan sekadar kesempatan mengunjungi negara lain. Program AFS–Asia Kakehashi Project+ 2026 menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memungkinkan dirinya berinteraksi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda secara langsung.

Semangat serupa juga mendapat perhatian dari Kacabdin Kota Lhokseumawe, Supriadi, S.Pd., M.Pd. Keikutsertaan pelajar dalam program internasional dinilai menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan wawasan, karakter, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat global.

Keberangkatan Zayyan sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan tidak berhenti di dalam ruang kelas. Pengalaman lintas budaya dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk memahami perbedaan, membangun komunikasi, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan terbuka.

Dengan mengusung semangat “Dari Sukma Bangsa Lhokseumawe, Melangkah ke Dunia”, Zayyan diharapkan mampu memanfaatkan setiap pengalaman selama berada di Jepang. Apa yang dipelajari nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani bermimpi dan mengejar kesempatan hingga ke tingkat internasional.

Langkah Zayyan menjadi pengingat bahwa perjalanan besar sering kali dimulai dari satu kesempatan kecil yang berani diambil. Dari Lhokseumawe, seorang pelajar kini bersiap membuka jendela dunia—belajar, terhubung, dan menginspirasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....