PWI Pusat Gelar Workshop Jurnalistik Bahas Pendanaan Digital

  • 04 Agt 2026 19:47 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) akan menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk "Pindar Untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme Untuk Perlindungan Publik" pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB itu bertujuan meningkatkan pemahaman insan pers mengenai industri pendanaan digital (Pindar), sekaligus memperkuat kapasitas jurnalis dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

Aktivitas di Kantor PWI Pusat, Jakarta, sebagai pusat koordinasi penyelenggaraan Workshop Jurnalistik bertema pendanaan digital dan inklusi keuangan.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, mengatakan perkembangan industri keuangan digital menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif dan bermanfaat bagi publik.

"Melalui workshop ini kami berharap wartawan dapat memahami literasi dan inklusi keuangan secara lebih mendalam. Dengan begitu, pemberitaan yang dihasilkan dapat memberikan edukasi serta perlindungan kepada masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital," ujar Marthen.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas jurnalis dalam memahami isu-isu keuangan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Melalui kolaborasi PWI Pusat dan AFPI, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara dunia pers dan industri pendanaan digital dalam mendukung ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Jurnalisme yang berkualitas pun diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi serta melindungi masyarakat dari berbagai informasi menyesatkan di bidang keuangan digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....