Edrida Harumkan Indonesia lewat Best Paper World Bank
- 02 Agt 2026 18:38 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Washington D.C. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra bangsa di panggung internasional. Edrida Pulungan, Analis Kebijakan Sekretariat Jenderal DPD RI, berhasil meraih Best Paper Award pada International Forum on Economics, Sustainable Development and Civilization (IFESDC) 2026 yang berlangsung di Headquarters World Bank, Washington D.C., Amerika Serikat.
Penghargaan tersebut diraih setelah Edrida mempresentasikan makalah berjudul "Global Creative Ecosystem", yang menawarkan konsep Global Sharia Creative Economy Ecosystem sebagai model kolaborasi internasional untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis syariah. Gagasannya menghubungkan pemerintah, akademisi, pelaku industri kreatif, lembaga keuangan, investor, UMKM, dan organisasi internasional guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dalam forum yang diikuti akademisi dan peneliti dari berbagai negara itu, Edrida tampil bersama pembicara dari Amerika Serikat, Turki, dan Pakistan. Mereka membahas berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi kreatif, transformasi digital, inovasi, ekonomi syariah, hingga pembangunan berkelanjutan. Atas kualitas riset, kebaruan gagasan, dan relevansi kebijakan yang ditawarkan, makalah Edrida dinobatkan sebagai Best Paper.
Di hadapan peserta konferensi, Edrida menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi kreatif syariah dunia. Menurutnya, kekayaan budaya, industri halal, ekonomi digital, dan bonus demografi merupakan modal strategis yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi internasional, termasuk dengan Amerika Serikat.
"Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat ekosistem ekonomi kreatif syariah dunia. Melalui kolaborasi global, khususnya dengan Amerika Serikat, kita dapat mempercepat inovasi, investasi, pengembangan talenta kreatif, riset, teknologi, dan perluasan akses pasar internasional," ujarnya.

Menutup presentasinya, Edrida menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna, "Kita bisa maju dengan kebersamaan." Kalimat tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari para peserta, sekaligus menjadi simbol pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun ekonomi dunia yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Di sela-sela konferensi, Edrida juga melakukan silaturahmi dengan jajaran diplomat Republik Indonesia di Amerika Serikat, di antaranya Duta Besar RI untuk Amerika Serikat , Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta Konsul Jenderal RI di New York .
Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan konsep Global Sharia Creative Economy Ecosystem sebagai peluang memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui sektor ekonomi kreatif, industri halal, pendidikan, investasi, riset, dan pemberdayaan UMKM.

Tak hanya membawa gagasan akademik, Edrida juga memanfaatkan forum internasional tersebut untuk mempromosikan berbagai produk dan brand lokal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari diplomasi ekonomi kreatif guna memperkenalkan kualitas, kreativitas, dan daya saing karya anak bangsa di pasar global.
Keberhasilan Edrida Pulungan di IFESDC 2026 menjadi bukti bahwa pemikiran dan inovasi anak bangsa mampu mendapat pengakuan dunia. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi global di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....