Jangan Lewatkan, Hujan Meteor Spektakuler Hadir Akhir Juli 2026
- 31 Jul 2026 17:52 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Fenomena astronomi spektakuler kembali menyapa masyarakat di akhir bulan Juli 2026. Dua hujan meteor sekaligus, yakni Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids, diprediksi mencapai puncaknya secara bersamaan pada tanggal 30 hingga 31 Juli mendatang.
Melansir laporan dari sejumlah lembaga astronomi internasional seperti EarthSky dan American Meteor Society (AMS), hujan meteor Southern Delta Aquariids sebenarnya telah aktif sejak 12 Juli dan akan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Fenomena yang berasal dari sisa debu Komet 96P/Machholz ini mampu menghasilkan hingga 20-25 meteor per jam pada kondisi ideal. Menariknya, meteor jenis ini kerap meninggalkan jejak gas bercahaya selama satu hingga dua detik saat melintasi langit malam.
Bersamaan dengan fenomena tersebut, hujan meteor Alpha Capricornids juga akan mencapai puncaknya. Meski intensitasnya lebih rendah, yakni sekitar 5 meteor per jam, sisa Komet 169P/NEAT ini memiliki daya tarik utama berupa suguhan meteor "bola api" (fireball) yang sangat terang dan memukau.
Meski menjanjikan tontonan yang indah, para pengamat langit pada tahun 2026 ini akan dihadapkan pada tantangan alam. Tepat pada puncak hujan meteor tersebut, Bulan masih berada dalam fase cembung susut (waning gibbous) dengan tingkat iluminasi mencapai 98 persen, usai fase purnama pada 29 Juli.
Tingginya intensitas cahaya Bulan ini berpotensi menyamarkan penampakan meteor-meteor yang redup, sehingga pengamatan membutuhkan ketelitian ekstra. Untuk memaksimalkan pengalaman pengamatan di tengah terangnya cahaya Bulan, Royal Observatory Greenwich membagikan sejumlah panduan praktis bagi masyarakat:
- Pilih Waktu yang Tepat: Waktu paling ideal untuk mengamati adalah pada dini hari setelah lewat tengah malam hingga menjelang subuh. Anda juga bisa mencoba mengamati beberapa hari sebelum puncaknya, saat Bulan terbenam lebih awal.
- Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya: Pastikan Anda berada di lokasi terbuka yang sangat gelap dan jauh dari bisingnya cahaya lampu perkotaan atau jalan raya.
- Biarkan Mata Beradaptasi: Berikan waktu sekitar 20 hingga 30 menit agar mata terbiasa dengan kondisi gelap. Sangat disarankan untuk tidak melihat layar telepon seluler selama proses pengamatan berlangsung.
- Cukup Gunakan Mata Telanjang: Anda tidak memerlukan teleskop atau teropong. Alat bantu optik justru akan membatasi bidang pandang Anda. Cukup berbaring santai dan arahkan pandangan seluas mungkin ke hamparan langit.
Fenomena hujan meteor ganda ini menjadi salah satu agenda astronomi penutup bulan Juli yang patut dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di belahan bumi utara maupun selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....