Mengenal Algoritma, Benarkah Media Sosial Tahu Isi Pikiran Kita?
- 29 Jul 2026 23:53 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe: Media sosial telah menjadi bagian dari keseharian anak muda. Tidak sedikit pengguna yang merasa aplikasi seperti TikTok, Instagram, atau YouTube seolah memahami apa yang mereka sukai. Baru saja mencari informasi tentang suatu barang atau menonton video dengan topik tertentu, beberapa saat kemudian beranda langsung dipenuhi konten serupa. Fenomena ini sering membuat banyak orang bertanya, apakah algoritma benar-benar bisa "membaca" pikiran penggunanya?
Fenomena ini juga dirasakan langsung oleh banyak anak muda. Izza, mahasiswi Politeknik Negeri Lhokseumawe, mengaku sering merasa heran karena konten yang muncul di media sosialnya hampir selalu sesuai dengan apa yang sedang dipikirkan atau dibutuhkan. "Pernah cuma ngobrol sama teman soal kamera, nggak lama kemudian beranda saya dipenuhi video review kamera. Rasanya kayak algoritma tahu apa yang lagi saya cari," ujarnya.
Pengalaman serupa dialami Luthfi, mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe. Menurutnya, rekomendasi video di media sosial semakin akurat setelah ia sering menonton konten dengan tema tertentu. "Kalau lagi sering lihat konten tentang desain atau teknologi, beberapa hari ke depan isinya hampir semua tentang itu. Jadi memang terasa banget kalau algoritma mengikuti kebiasaan kita," katanya.
Meski memberikan pengalaman yang lebih personal, para ahli mengingatkan bahwa algoritma juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Ketika pengguna terus-menerus menerima konten yang sejenis, mereka bisa terjebak dalam lingkaran informasi yang sama sehingga jarang menemukan sudut pandang baru. Karena itu, penting untuk tetap mencari informasi dari berbagai sumber dan tidak hanya mengandalkan rekomendasi yang muncul di media sosial.
Pada akhirnya, algoritma bukanlah teknologi yang mampu mengetahui isi pikiran manusia. Sistem ini hanya mempelajari pola perilaku digital yang ditinggalkan pengguna setiap hari. Semakin sering seseorang berinteraksi dengan jenis konten tertentu, semakin besar kemungkinan konten serupa akan terus bermunculan. Itulah sebabnya, apa yang muncul di beranda media sosial sebenarnya merupakan cerminan dari kebiasaan digital penggunanya sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....