Gen Z Mulai Beralih ke Media Sosial dan AI untuk Mencari Informasi

  • 30 Jun 2026 21:44 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Cara generasi muda mencari informasi di internet mulai mengalami perubahan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sebagian Generasi Z (Gen Z) kini lebih sering memanfaatkan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dibandingkan mesin pencari konvensional untuk menemukan informasi, rekomendasi, hingga berita.

Perubahan perilaku tersebut pertama kali disoroti oleh Senior Vice President Google, Prabhakar Raghavan, yang mengungkapkan bahwa hampir 40 persen Gen Z lebih memilih mencari informasi, seperti rekomendasi tempat makan, melalui TikTok atau Instagram dibandingkan Google Search maupun Google Maps. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran kebiasaan pencarian informasi ke platform berbasis video dan konten visual.

Tren tersebut semakin terlihat dalam Digital News Report 2026 yang diterbitkan oleh Reuters Institute for the Study of Journalism. Laporan yang disusun berdasarkan survei terhadap hampir 100 ribu responden di 48 negara itu menunjukkan bahwa media sosial, platform video, dan AI kini menjadi pintu utama akses berita bagi kelompok usia muda. Lebih dari 52 persen responden berusia 18–24 tahun menyebut media sosial, platform video, dan AI sebagai sumber utama mereka memperoleh informasi dan berita.

Laporan yang sama juga mencatat penggunaan chatbot AI sebagai sumber informasi terus meningkat. Secara global, penggunaan chatbot AI untuk mengakses berita naik dari 7 persen pada 2025 menjadi 10 persen pada 2026. Di kalangan usia 18–24 tahun, angkanya mencapai 17 persen, menunjukkan bahwa generasi muda menjadi kelompok yang paling cepat mengadopsi teknologi AI sebagai sarana mencari informasi.

Di sisi lain, lembaga riset teknologi Gartner sebelumnya memprediksi volume pencarian melalui mesin pencari tradisional akan terus menurun seiring meningkatnya penggunaan AI generatif dan platform pencarian berbasis percakapan. Pergeseran tersebut dinilai akan mengubah cara masyarakat menemukan informasi sekaligus memengaruhi strategi penyedia layanan digital dan media.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa meningkatnya penggunaan media sosial dan AI sebagai sumber informasi juga membawa tantangan baru. Laporan Reuters Institute menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap informasi yang diperoleh melalui media sosial maupun AI masih lebih rendah dibandingkan media berita yang kredibel. Karena itu, masyarakat diimbau tetap melakukan verifikasi informasi dan membandingkan berbagai sumber sebelum mempercayai maupun menyebarkan suatu konten.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku digital tidak hanya mengubah cara masyarakat mencari informasi, tetapi juga menjadi tantangan bagi mesin pencari, perusahaan teknologi, dan industri media untuk terus beradaptasi dengan kebiasaan baru generasi muda di era kecerdasan buatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....