Bunda Literasi Lhokseumawe Ajak Siswa Gemar Membaca sejak Dini
- 22 Mei 2026 09:37 WIB
- Lhokseumawe
Poin Utama
- Lomba Bertutur diikuti 32 SD/MI se-Kota Lhokseumawe
- Mengangkat tema cerita rakyat dan budaya lokal
- Bunda Literasi ajak siswa tingkatkan minat baca
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Semangat membangun budaya literasi sejak usia dini terus digaungkan di Kota Lhokseumawe. Bunda Literasi Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, mengajak siswa-siswi meningkatkan minat baca dan kecintaan terhadap literasi melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe tersebut berlangsung meriah di Aula Perguruan Tinggi Muhammadiyah Lhokseumawe, Kamis (21/5/2026), dan diikuti peserta dari 32 SD dan MI se-Kota Lhokseumawe.

Lomba bertutur yang berlangsung sejak 19 hingga 21 Mei 2026 itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional ke-46 Tahun 2026 dengan mengangkat tema cerita rakyat sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat budaya literasi anak-anak.
| Baca juga: Tim Robotik Kemenag Aceh ke Malaysia |
Dalam sambutannya, Yulinda Sayuti menegaskan bahwa budaya membaca harus terus ditanamkan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.
Menurutnya, literasi menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi generasi muda.

“Lomba bertutur ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun keberanian, kreativitas, dan kecintaan anak-anak terhadap budaya literasi,” ujarnya.
Peraih Penghargaan Wiyata Darma Madya pada Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 itu juga mengajak orang tua dan guru agar terus mendampingi anak-anak membangun kebiasaan membaca, baik di rumah maupun di sekolah.
“Mari kita jadikan membaca sebagai budaya yang menyenangkan agar lahir generasi yang cerdas, percaya diri, dan berkarakter,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung semarak dengan penampilan peserta yang membawakan cerita rakyat dan kisah inspiratif di hadapan dewan juri serta para undangan. Pada kesempatan tersebut, Yulinda Sayuti turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan semangat peserta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe, Misran Fuadi, menyebutkan bahwa lomba bertutur menjadi wadah positif untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan komunikasi siswa sejak dini.
Menurutnya, kemampuan bertutur tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga membantu meningkatkan daya imajinasi serta pemahaman terhadap nilai budaya dan kearifan lokal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya membaca dan literasi di kalangan generasi muda,” katanya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe terus berkomitmen mendukung penguatan budaya literasi guna menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....