Momentum Hardiknas, Aceh Utara Perkuat Mutu dan Karakter Pendidikan

  • 01 Mei 2026 15:40 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI. CO.ID, Aceh Utara — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Aceh serta visi dan misi Pemerintah Provinsi Aceh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas sekolah dan pembentukan karakter siswa.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan kontrak kinerja dengan seluruh kepala sekolah. Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap sekolah lebih proaktif dan kreatif dalam meraih prestasi. Menurut Muhammad Johan, capaian prestasi sekolah sangat erat kaitannya dengan kinerja kepala sekolah dalam mengelola dan mengembangkan potensi pendidikan di satuan masing-masing.

Selain itu, pihaknya juga mengimplementasikan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia” sesuai arahan pemerintah pusat. Program ini dijalankan secara konsisten di seluruh sekolah dengan melibatkan kolaborasi antara komite sekolah, dewan guru, kepala sekolah, serta masyarakat. Sinergi ini dilakukan agar mutu pendidikan di Aceh Utara terus meningkat secara berkelanjutan.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2026, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya upacara peringatan yang diisi dengan penyampaian motivasi dan kreativitas siswa oleh kepala sekolah. Selain itu, sekolah juga diarahkan untuk melakukan aksi nyata seperti penanaman pohon, membersihkan lingkungan sekolah, serta gotong royong di masyarakat, termasuk di masjid, meunasah, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penilaian karakter siswa, dengan menanamkan nilai kepedulian lingkungan, tanggung jawab, dan kebersamaan,” ujar Muhammad Johan.

Di sisi lain, capaian pendidikan di Aceh Utara juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2026, siswa berhasil menembus ajang nasional melalui kompetisi U2SN yang diikuti oleh SMA Negeri 1 Nisam. Selain itu, lulusan juga berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan ke program studi kedokteran. Minat melanjutkan pendidikan pun meningkat signifikan, dengan lebih dari 1.500 siswa melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN.

Tak hanya itu, lulusan SMK juga menunjukkan daya saing yang baik. SMK Negeri 1 Dewantara, misalnya, berhasil menempatkan lulusannya bekerja di perusahaan di Jakarta melalui kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk dengan perusahaan Panasonic.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang terus menjadi bahan evaluasi. Pengawasan terhadap sekolah juga diperketat, di mana seluruh satuan pendidikan diwajibkan menjalankan program sesuai arahan. Bahkan, tahun ini ditargetkan 100 persen sekolah terdaftar dan aktif dalam program pembinaan.

Muhammad Johan juga menegaskan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak lalai dalam menjalankan tugas dan selalu mematuhi instruksi dinas, serta menghindari hal-hal yang dapat merugikan peserta didik dan masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wali murid untuk mendukung program pendidikan serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. “Pendidikan adalah fondasi utama untuk memajukan Aceh Utara. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan minimal hingga tingkat SMA, dan tidak ada alasan untuk tidak mengenyam pendidikan,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....