Ranking Bukan Segalanya, namun Tetap Memiliki Peran Penting
- 17 Apr 2026 16:42 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Masih ingat tidak, saat di bangku sekolah kamu mendapatkan rangking berapa ? Lalu, mari kita kaji atas dasar pengalaman itu semua apalah cukup membawa pengaruh besar dalam hidup kamu saat ini atau malah sebaliknya. Ya, karena dalam dunia pendidikan, ranking atau peringkat sering kali dijadikan tolok ukur utama untuk menilai kemampuan seorang siswa. Banyak orang tua dan pelajar menganggap bahwa posisi di papan peringkat menentukan masa depan seseorang.
Dalam materi live program Sore Ceria, Jumat jam empat sore di 95,2 RRI Pro 2 FM yang di kawal oleh Eghi Poetra, di jelaskan bahwa para ahli pendidikan menegaskan bahwa ranking bukanlah segalanya. Setiap individu memiliki potensi, bakat, dan kecerdasan yang berbeda, yang tidak selalu dapat diukur hanya melalui angka atau nilai akademik semata.
Meski demikian, ranking tetap memiliki peran penting sebagai alat evaluasi. Dengan adanya peringkat, siswa dapat mengetahui sejauh mana perkembangan belajarnya dibandingkan dengan standar yang ada. Hal ini juga bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperbaiki kekurangan. Dalam konteks tertentu, ranking membantu pihak sekolah dalam mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bimbingan lebih maupun yang memiliki potensi unggul untuk dikembangkan.
Perlu kita ingat juga kalau tekanan berlebihan terhadap ranking justru dapat berdampak negatif. Tidak sedikit siswa yang mengalami stres, kecemasan, bahkan kehilangan rasa percaya diri ketika tidak mencapai peringkat yang diharapkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem penilaian tidak boleh hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga harus memperhatikan proses belajar, karakter, serta keterampilan lain seperti kreativitas, kerja sama, dan kepemimpinan.
Maka penting bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, untuk menempatkan ranking secara proporsional. Peringkat sebaiknya dijadikan sebagai salah satu indikator, bukan satu-satunya tujuan. Dengan pendekatan yang seimbang, siswa dapat berkembang secara optimal, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....