Mengenal Penggunaan AI yang Tepat di Dunia Akademik dan Digital
- 08 Apr 2026 07:04 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin marak digunakan, terutama dalam dunia pendidikan dan penulisan. Hal ini turut dibahas dalam seminar pelatihan AI yang digelar secara daring melalui Zoom pada Selasa (7/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, dosen STAI Al-Kamal Rembang, Asnal Masyawi, M.Pd, menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Salah satu aspek penting dalam penggunaan AI adalah kemampuan menyusun prompt yang efektif. Prompt yang baik ditandai dengan karakteristik yang spesifik, terstruktur, dan dilakukan secara iteratif.
Dalam pemaparannya, Asnal Masyawi menjelaskan bahwa banyak pengguna masih menganggap AI bisa langsung memberikan jawaban sempurna. “Padahal, kualitas hasil AI sangat bergantung pada bagaimana kita memberikan instruksi. Semakin jelas dan terarah prompt, semakin baik hasilnya,” ujarnya dalam seminar tersebut.
Selain itu, formula prompt yang efektif juga perlu memperhatikan beberapa komponen utama, seperti peran (role), konteks (context), instruksi (instruction), serta format output yang diinginkan. Menurut Asnal, pendekatan ini sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang baru belajar memanfaatkan AI.
“Dengan struktur yang jelas, mahasiswa tidak hanya mendapatkan jawaban, tapi juga belajar berpikir sistematis dalam menyampaikan ide,” tambahnya saat sesi diskusi berlangsung.
Penentuan nada atau tone dalam penggunaan AI juga tidak kalah penting. Hal ini bertujuan agar gaya bahasa yang dihasilkan sesuai dengan target pembaca dan tujuan komunikasi. Dalam kesempatan yang sama, Asnal menyebut bahwa kemampuan mengatur tone menjadi salah satu keterampilan baru di era digital. “Ini penting agar pesan yang disampaikan tidak salah sasaran, apalagi jika digunakan untuk kebutuhan formal seperti jurnal atau laporan akademik,” jelasnya.
Dalam penulisan artikel jurnal, pengguna AI juga diingatkan untuk tetap melakukan validasi terhadap informasi yang dihasilkan. Selain itu, penting untuk mencantumkan sitasi serta menjaga integritas akademik agar terhindar dari praktik plagiarisme. Asnal Masyawi menegaskan bahwa AI tidak boleh dijadikan jalan pintas dalam proses akademik.
“Kalau hanya menyalin tanpa verifikasi, itu berbahaya. Penelitian harus tetap berbasis data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya di hadapan peserta seminar.
Terakhir, keberadaan AI detector menjadi salah satu solusi untuk mendeteksi kemungkinan teks yang dihasilkan oleh AI. Teknologi ini banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk memastikan keaslian karya tulis.
Meski demikian, Asnal mengingatkan bahwa alat tersebut hanyalah pendukung. “Yang paling utama tetap kesadaran pengguna. Integritas akademik itu bukan soal alat, tapi soal tanggung jawab pribadi,” pungkasnya menutup sesi pelatihan daring tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....