Gilbert Valentino Taklukkan Teknik Kimia UI
- 07 Apr 2026 19:49 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Lahir di Medan pada 16 Februari 2008, Gilbert Valentino tumbuh sebagai pribadi yang tenang, namun menyimpan ambisi besar. Sebagai putra kedua dari pasangan Alioek dan Feny, ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang penuh dukungan—fondasi penting yang membentuk karakter disiplin dan rasa percaya dirinya.
Di balik jadwal akademik yang padat, siswa kelas XII-2 SMAN 1 Lhokseumawe ini menemukan keseimbangan melalui hobi yang sederhana namun bermakna: membaca novel berbahasa Inggris dan menonton film. Baginya, aktivitas tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan cara untuk memperluas perspektif dan menjaga pikiran tetap segar di tengah tekanan belajar.
Selama masa putih abu-abu, perjalanan Gilbert tidak selalu mulus. Ia menghadapi berbagai kompetisi yang menguji kemampuan sekaligus mentalnya. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika ia berhasil meraih Juara 2 dalam ajang ISATI (Industrial Science Art and Talent) di Banda Aceh. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Teknik Industri Universitas Syiah Kuala itu menjadi titik balik penting—membuktikan bahwa ia mampu bersaing di level yang lebih tinggi dan pulang sebagai pemenang.
Namun, cerita paling dramatis datang dari dunia English Debate. Setelah vakum hampir satu setengah tahun, Gilbert mendapat kesempatan tak terduga untuk kembali berlaga. Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, ia bersama timnya mengandalkan latihan daring melalui Zoom serta sesi mandiri hingga sore hari di sekolah.
Rasa minder sempat muncul saat melihat kemampuan lawan yang tampak lebih unggul. Tapi Gilbert memilih untuk tidak menyerah pada keraguan. Hingga akhirnya, di momen pengumuman yang menegangkan, namanya dipanggil sebagai peraih Peringkat 2—sebuah kemenangan yang terasa seperti kejutan manis di detik terakhir.
Di balik prestasi tersebut, banyak yang penasaran dengan konsistensi nilai akademiknya. Ternyata, tidak ada rahasia rumit. Gilbert hanya berpegang pada prinsip sederhana: disiplin belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan selalu berusaha maksimal. Ia juga menanamkan pola pikir untuk tidak membatasi diri hanya karena melihat orang lain lebih unggul.
Dengan cara itu, Gilbert mampu menjalani masa SMA dengan perasaan enjoy—tanpa tekanan berlebihan, namun tetap penuh pencapaian. Hingga akhirnya, semua usaha itu bermuara pada satu hasil membanggakan: lolos ke Teknik Kimia Universitas Indonesia, salah satu kampus terbaik di tanah air.
Kisah Gilbert Valentino menjadi bukti bahwa konsistensi, keberanian melawan keraguan, dan manajemen waktu yang baik adalah kunci untuk meraih mimpi setinggi apa pun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....