Microsoft Prediksi AI Ambil Alih Pekerjaan Profesional

  • 18 Feb 2026 21:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan mengubah lanskap pekerjaan profesional dalam waktu relatif singkat. Sejumlah petinggi industri teknologi menilai, dalam kurun 12 hingga 18 bulan ke depan, sistem AI akan mampu mengambil alih banyak tugas yang selama ini dikerjakan tenaga manusia, khususnya di sektor perkantoran dan jasa profesional.

Peringatan tersebut salah satunya datang dari Microsoft. CEO divisi AI perusahaan itu, Mustafa Suleyman, menyebut perkembangan teknologi saat ini sudah mendekati level kinerja manusia untuk berbagai tugas profesional. Dalam wawancaranya dengan Financial Times, ia menilai otomatisasi akan semakin meluas seiring peningkatan kemampuan model AI generatif.

Profesi seperti pengacara, akuntan, manajer proyek, hingga tenaga pemasaran disebut berada di zona rawan. Banyak pekerjaan inti—mulai dari analisis dokumen, penyusunan laporan, hingga perencanaan strategi—kini dapat dilakukan AI dengan kecepatan dan efisiensi tinggi. Perubahan pola kerja ini bahkan disebut terjadi sangat cepat dalam enam bulan terakhir.

Dampaknya sudah terlihat di sektor pengembangan perangkat lunak. CEO Microsoft, Satya Nadella, sebelumnya mengungkapkan bahwa AI telah membantu mengerjakan sekitar 20–30 persen proses penulisan kode di perusahaan. Di saat bersamaan, Microsoft juga mengalokasikan investasi besar untuk membangun infrastruktur AI dan melakukan penyesuaian jumlah karyawan sebagai bagian dari transformasi internal.

Tren serupa terjadi di perusahaan teknologi lain. Meta dilaporkan memangkas ribuan pekerja, sementara Amazon merencanakan pengurangan puluhan ribu posisi dalam beberapa tahun mendatang. Data dari konsultan ketenagakerjaan AS menunjukkan lonjakan signifikan jumlah pemutusan hubungan kerja sepanjang 2025, dengan adopsi AI menjadi salah satu faktor utama.

Sejumlah pengamat menilai dampak AI tak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga identitas pekerja. CEO Khan Academy, Salman Khan, memperingatkan bahwa penyusutan pekerjaan kerah putih dalam skala kecil sekalipun dapat mengguncang stabilitas ekonomi. Ia menekankan pentingnya strategi transisi agar pekerja terdampak dapat beralih ke sektor lain yang masih membutuhkan keahlian manusia.

Transformasi berbasis AI dinilai tak terelakkan, namun kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama. Para pelaku industri dan pemerintah di berbagai negara didorong untuk mempercepat program reskilling dan upskilling agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang bergerak sangat cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....