Ravik Walhidayah, Lulus Sarjana Tanpa Skripsi, Kok Bisa?

  • 09 Feb 2026 18:52 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Program Sore Ceria RRI Pro2 Lhokseumawe edisi Senin 9 Pebruari 2026 menghadirkan obrolan inspiratif bersama Ravik Walhidayah, lulusan sarjana non-skripsi perdana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Dalam suasana santai khas anak muda, Ravik berbagi pengalaman menjadi bagian dari sejarah baru dunia akademik kampus Islam negeri tersebut.

Dipandu oleh Dhera, host Sore Ceria, Ravik menceritakan perjalanannya menempuh jalur kelulusan non-skripsi yang masih tergolong baru dan kerap menimbulkan rasa penasaran di kalangan mahasiswa. Menurut Ravik, jalur ini bukan jalan pintas, melainkan alternatif akademik yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis.

“Awalnya banyak yang ragu, termasuk saya sendiri. Tapi setelah dijalani, justru terasa menantang karena lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan,” ujar Ravik saat siaran berlangsung. Ia mengaku bangga bisa menjadi lulusan perdana yang membuka perspektif baru tentang pola penyelesaian studi sarjana.

Dalam kesempatan yang sama, Hasna Tuddar Putri, selaku Kaprodi Ilmu Falak UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, turut hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa kebijakan sarjana non-skripsi dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa mengembangkan kompetensi praktis tanpa mengurangi kualitas akademik.

Hasna menegaskan bahwa standar penilaian lulusan non-skripsi tetap dijaga secara ketat. “Prodi memastikan setiap mahasiswa tetap memenuhi capaian pembelajaran. Bentuk tugas akhirnya disesuaikan dengan karakter keilmuan Ilmu Falak dan kebutuhan zaman,” jelasnya.

Obrolan yang mengalir ringan namun berbobot ini mendapat respons positif dari pendengar, khususnya generasi muda yang tengah bergulat dengan pilihan skripsi atau non-skripsi. Program Sore Ceria dinilai berhasil menghadirkan isu akademik dalam kemasan yang dekat dan mudah dipahami.

Melalui siaran ini, RRI Pro 2 Lhokseumawe kembali menegaskan perannya sebagai ruang dialog edukatif dan inspiratif bagi anak muda. Kisah Ravik dan penjelasan dari Hasna menjadi bukti bahwa dunia pendidikan terus berkembang, membuka lebih banyak jalan bagi mahasiswa untuk berprestasi dan berkontribusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....