Rumah Pintar Jadi Tren, Efisiensi Energi atau Lifestyle?

  • 24 Sep 2025 15:05 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Tren smart home atau rumah pintar semakin berkembang di Indonesia. Kehadiran perangkat berbasis Internet of Things (IoT) seperti lampu otomatis, kamera keamanan pintar, hingga asisten virtual kini mulai banyak digunakan masyarakat perkotaan.

Menurut data Asosiasi IoT Indonesia, permintaan perangkat rumah pintar meningkat sekitar 25 persen dalam dua tahun terakhir. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menjadi pasar utama. Fitur kontrol jarak jauh melalui ponsel, efisiensi energi, dan keamanan real-time menjadi daya tarik utama.

“Rumah pintar menawarkan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik. Pemilik rumah bisa menyalakan lampu, mengatur suhu, hingga memantau kamera hanya dengan aplikasi di ponsel,” ujar pengamat teknologi.

Meski demikian, harga perangkat yang masih tinggi serta keterbatasan jaringan internet di sejumlah daerah menjadi kendala utama. Kondisi ini membuat sebagian kalangan menilai smart home masih lebih dekat dengan gaya hidup modern ketimbang kebutuhan.

Sebagian masyarakat justru menganggap rumah pintar sebagai investasi jangka panjang. Teknologi hemat energi dan sistem keamanan modern dinilai mampu menekan biaya listrik sekaligus meningkatkan nilai properti.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mendorong literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi rumah pintar secara tepat.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, smart home diperkirakan akan terus berkembang di Indonesia. Pertanyaan yang tersisa, apakah tren ini akan menjadi solusi massal atau hanya sebatas simbol gaya hidup kalangan tertentu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....