GaneOpTic ITB Gerakkan Desa Pulau Balai Bebas Plastik

  • 20 Agt 2025 11:59 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, menjadi saksi hadirnya sebuah langkah nyata dalam mengatasi masalah sampah plastik. Tim GaneOpTic (Ganesha Operation Plastic) yang terdiri dari akademisi ITB, UMRI, dan UIBU, berkolaborasi menjalankan program pengabdian masyarakat selama tiga hari, 18–20 Agustus 2025. Mereka membawa serta teknologi smelter untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi paving block yang bisa dipakai masyarakat. Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Bottom Up Tahun 2025 yang berfokus pada daerah 3T.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Megawati Zunita dari Prodi Teknik Kimia ITB, bersama dosen dan mahasiswa lintas kampus. Tidak hanya menyerahkan alat, mereka juga memberikan pelatihan penggunaan smelter kepada warga. Proses pembuatannya pun diperlihatkan secara langsung: plastik dilelehkan, dituangkan ke cetakan, lalu direndam hingga menjadi paving block siap pakai. Warga Desa Pulau Balai tampak antusias mengikuti praktik ini karena bisa melihat bagaimana sampah plastik yang biasanya hanya menumpuk, kini bisa diubah menjadi produk bermanfaat.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi seputar pengelolaan sampah plastik. Narasumber membawakan tema-tema penting mulai dari manfaat daur ulang, menjaga laut bebas sampah, hingga mendorong desa mandiri. Suasana pun berlangsung hidup karena warga banyak bertanya tentang peluang pemanfaatan teknologi ini di lingkungannya. Kehadiran pihak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan perangkat desa turut menambah semangat kolaborasi yang terjalin.

Kepala Desa Pulau Balai, Rudi Ansari, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada tim GaneOpTic dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, langkah ini sangat membantu desa dalam mengatasi persoalan sampah plastik yang cukup tinggi di wilayah mereka. Harapannya, teknologi ini bukan hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha desa melalui produksi paving block. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Desa Pulau Balai kini mulai menapaki jalan menuju desa bebas sampah plastik dan lebih mandiri.

Rekomendasi Berita