Efek "Gaptek" di Era Digital
- 06 Agt 2025 15:49 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Di era serba digital saat ini, kemampuan dalam menggunakan teknologi menjadi kebutuhan dasar hampir di semua lini kehidupan. Namun, masih banyak individu yang mengalami kesenjangan pengetahuan teknologi atau yang biasa disebut "gaptek" (gagap teknologi). Kondisi ini bukan hanya memperlambat aktivitas sehari-hari, tapi juga bisa menghambat perkembangan diri, pekerjaan, bahkan akses terhadap pelayanan publik.
Efek gaptek yang paling nyata terlihat dalam dunia kerja. Banyak perusahaan saat ini mengharuskan karyawannya memahami perangkat lunak perkantoran, aplikasi komunikasi digital, dan sistem kerja berbasis daring. Mereka yang kurang cakap dalam teknologi akan tertinggal dalam performa kerja, sulit mengikuti pelatihan online, bahkan terancam tersingkir dalam persaingan karier.
Tak hanya di dunia kerja, gaptek juga berdampak pada kehidupan sosial. Ketidakmampuan menggunakan media sosial atau aplikasi pesan instan membuat seseorang tertinggal dalam komunikasi dengan keluarga, teman, dan komunitas. Selain itu, informasi yang tersebar cepat di dunia maya tak bisa diakses secara maksimal oleh mereka yang gaptek, menyebabkan mereka rentan terhadap ketertinggalan informasi penting.
Dari sisi pendidikan, efek gaptek juga sangat terasa, terutama sejak pandemi COVID-19 yang mengubah metode belajar menjadi daring. Banyak orang tua dan siswa yang kesulitan mengikuti proses belajar-mengajar karena tidak terbiasa menggunakan perangkat teknologi. Ini menimbulkan ketimpangan dalam kualitas pendidikan, terutama di daerah yang kurang terfasilitasi teknologi.
Pakar teknologi informasi, Dr. Hendra Putra, menyatakan dalam lamannya, bahwa gaptek bukan hanya disebabkan oleh faktor usia, tetapi juga pola pikir dan kebiasaan yang enggan untuk belajar. "Selama seseorang masih menolak untuk beradaptasi, maka kesenjangan digital akan terus melebar, bahkan di kalangan generasi muda sekalipun," ujarnya. Ia menambahkan bahwa literasi digital harus digalakkan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
Mengatasi efek gaptek memerlukan kerja sama antara individu, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Pelatihan teknologi harus digalakkan hingga ke pelosok daerah, serta dibuat semudah mungkin diakses oleh berbagai usia dan latar belakang. Hanya dengan cara ini, masyarakat bisa berdaya secara digital dan siap menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....