Mahasiswa Unimal Borong 5 Medali di Ajang i-IEC 2026 Malaysia

  • 12 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Lima tim delegasi mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) sukses mengharumkan nama bangsa di kancah internasional dengan memborong dua medali emas dan tiga medali perak pada ajang International Innovation and Entrepreneurship Challenge (i-IEC) 2026. Kompetisi bergengsi bidang inovasi dan kewirausahaan ini diselenggarakan oleh Kolej Vokasional Sultan Ahmad Shah, Kementerian Pendidikan Malaysia.

Menanggapi capaian gemilang ini, Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unimal, Prof. Arnawan Hasibuan, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi tingginya. Ia menilai prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa Unimal tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan global melalui inovasi yang aplikatif.

“Bagi kami di Jurusan Teknik Elektro, capaian ini merupakan bukti bahwa mahasiswa memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing di tingkat internasional. Yang lebih penting, karya-karya mereka tidak berhenti pada aspek teknologi semata, tetapi mulai diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata, seperti ketahanan energi, teknologi hijau, kesehatan, pangan, dan kesejahteraan anak," ujar Prof. Arnawan Jumat 11 September 2026.

Relevansi gagasan tersebut dibuktikan langsung melalui raihan dua medali emas (Gold Award). Berdasarkan pengumuman secara daring pada Kamis, 10 September 2026, emas pertama diraih oleh tim Lisni Harahap, Fitri Anisah, Hana Marmella, dan Naufal Abdulillah lewat proyek "KIDORA: A Digital Wellbeing Companion for Children". Emas kedua disumbangkan oleh tim Zaky Ikhwan, Rahul Pratama Siregar, Aril Maulana, dan Sayid Amarullah dengan inovasi teknologi hijau pendeteksi distribusi makanan sisa bertajuk "FIESTO".

Sementara itu, perolehan tiga medali perak (Silver Award) sukses diamankan melalui inovasi di bidang energi, medis, dan kesehatan kerja. Tim Teuku Imam Fradhean Fred, Muhammad Fathi Annaqi Lubis, Azzuhra Nayla Evana Saragih, dan Riki Azril meraih perak berkat eksperimen sistem pemanen energi hibrida berbasis Machine Learning. Dua medali perak lainnya disumbangkan oleh tim Gianina Inaya, Novra, Nyak Qurratu Aini, dan Rafli Hamdan Farabi dengan proyek stetoskop elektronik ramah anak, serta tim Muhammad Fatiha Assyfa, M. Ivandanizar, Arthio Dipa Wiraguna, dan Muhammad Fikry melalui riset deteksi stres saat bekerja menggunakan komputer.

Pencapaian luar biasa dari kelima tim yang terdiri dari gabungan mahasiswa program studi Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Sistem Informasi ini tentunya tidak terlepas dari tangan dingin para dosen pembimbing. Diketahui, tim Muhammad Fatiha Assyfa sukses meraih medali perak berkat bimbingan intensif dari Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom. Sementara itu, tim Gianina Inaya berhasil menembus podium juara di bawah bimbingan langsung Kartika, S.S.T., M.T. Adapun tiga tim peraih medali lainnya secara penuh diarahkan oleh Prof. Arnawan Hasibuan, S.T., M.T., Ph.D.

Prof. Arnawan berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan terus mengembangkan ide.

“Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk tidak takut berkompetisi secara global. Prestasi ini bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari proses membangun kepercayaan diri, kemampuan kolaborasi, dan budaya inovasi yang kuat di lingkungan Jurusan Teknik Elektro,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....