Menengok Tata Kelola Masyarakat Berbasis Musyawarah Warga di Hutong Beijing
- 28 Jun 2026 18:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Beijing - Mengunjungi Kota Beijing bukan sekadar menyaksikan kemajuan teknologi atau deretan gedung pencakar langit. Di balik modernnya pusat pemerintahan Tiongkok ini, terdapat sebuah sistem pengelolaan masyarakat tingkat akar rumput yang bertumpu pada partisipasi aktif warganya.
Hal itu terlihat saat delegasi jurnalis Indonesia mengunjungi kawasan pemukiman tradisional hutong di Komunitas Caochang, Subdistrik Qianmen, Distrik Dongcheng, Beijing beberapa waktu lalu. Di balik lorong-lorong dengan lebar 2-4 meter yang bersih dan tertata rapi tersebut, berdiri sebuah ruang sederhana bernama Aula Musyawarah Warga Qianmen.
Wakil Sekretaris Komunitas Caochang, Tian Tian, mengatakan tempat ini didirikan sejak tahun 2012. Aula tersebut berfungsi sebagai platform bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi mengenai urusan publik, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan komunitas.
"Konsep Aula Musyawarah Warga ini lahir dari kebutuhan masyarakat setempat untuk memiliki ruang komunikasi yang terbuka dan setara," ujar Tian Tian saat menerima kunjungan delegasi media, Kamis pekan lalu.

Tian Tian menjelaskan, pengelolaan komunitas di Qianmen yang ditempati sekitar 2500 penduduk tersebut memegang teguh prinsip "urusan warga dibahas oleh warga, dan keputusan warga ditentukan oleh warga". Melalui mekanisme ini, berbagai isu harian mulai dari renovasi lingkungan, pengelolaan sampah, perbaikan fasilitas umum, hingga kegiatan kebudayaan dibahas secara bersama-sama.
Salah satu keunikan dari tata kelola di Aula Musyawarah Warga Qianmen adalah penerapan metode kerja yang dikenal sebagai “Lima Tahap Keterlibatan Warga” (Wumin Gongzuofa). Mekanisme ini mencakup lima proses utama, yaitu pengajuan usulan oleh warga, pembahasan bersama warga, pengambilan keputusan bersama, pelaksanaan oleh warga, serta evaluasi hasil oleh warga.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan publik yang pasif. Warga bertransformasi menjadi peserta aktif dalam seluruh proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada lingkungan tempat tinggal mereka.
Praktik demokrasi konsultatif di tingkat akar rumput ini bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping, saat mengunjungi kawasan Qianmen pada tahun 2019 lalu.
Xi Jinping menekankan bahwa mekanisme musyawarah seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap komunitasnya. Selain itu, keterlibatan aktif warga mampu memperkuat ketepatan dan efektivitas pelayanan publik di tingkat bawah.
Kini, Aula Musyawarah Warga Qianmen bukan hanya menjadi sarana penyelesaian masalah lingkungan, melainkan juga wadah untuk mempererat solidaritas sosial dan melestarikan budaya lokal hutong. Pengalaman di Qianmen menunjukkan bahwa modernisasi perkotaan yang pesat tetap dapat berjalan selaras dengan partisipasi publik dan pelestarian nilai sejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....