Pakai AI dan hanya 70 Pegawai, WCICO Sukses Promosikan Chongqing Secara Digital

  • 24 Jun 2026 17:35 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Chongqing - Jurnalis asal Sumatra mengunjungi markas Western China International Communication Organization (WCICO) di Chongqing. Kunjungan pada Rabu, 24 Juni 2026 ini membuka mata delegasi terkait mekanisme promosi sebuah kota.

Organisasi ini merupakan pengelola platform informasi website iChongqing dan juga jaringan berita lewat aplikasi Bridging News. WCICO sebagai agensi komunikasi internasional ini ternyata digerakkan dengan sistem yang sangat efisien. Lembaga tersebut hanya mengandalkan kekuatan tenaga kerja sebanyak 70 orang pegawai secara keseluruhan.

Delegasi jurnalis disambut hangat oleh jajaran manajemen dan staf inti organisasi setibanya di markas. Wakil Manajer Umum WCICO, Sang Jian langsung memimpin diskusi tentang pencapaian dan bagaimana strategi yang dipakai. Beberapa tokoh penting lainnya turut hadir mendampingi dan berbagi wawasan dalam penyambutan tersebut. Wakil Direktur iChongqing, Bridget Yang dan Redaktur Pelaksana Bridging News, Liu Dan ikut berdiskusi serta Operator Media, Fiona.

Sang Jian juga turut membagikan pengalamannya kepada seluruh delegasi media asal Pulau Sumatra. Jurnalis mendapat gambaran langsung cara redaksi mengemas konten lokal yang menarik untuk menjadi konsumsi para audiens global.

Rahasia jangkauan global organisasi ini terletak pada kemampuan menggabungkan keahlian manusia dan kecerdasan buatan (AI). Mereka sukses memproduksi jutaan tayangan dokumenter yang menembus batas negara hanya dengan sedikit staf.

Teknologi AI ini digunakan untuk mengotomatisasi pengumpulan data, penerjemahan, hingga proses pascaproduksi secara visual. Hal tersebut terbukti dapat memangkas waktu kerja.

Lembaga ini juga mengadopsi pendekatan komunikasi budaya populer untuk memikat generasi muda seluruh dunia. Mereka berhasil memanfaatkan kunjungan bintang bola basket Stephen Curry dan konten kreator IShowSpeed.

Kehadiran Stephen Curry dimanfaatkan untuk menyoroti modernitas dan fasilitas olahraga kelas dunia di Chongqing. Sementara IShowSpeed membawa jutaan penontonnya menjelajahi jalanan unik dan menikmati hotpot khas Tiongkok.

Langkah berani ini terbukti sukses menghasilkan miliaran tayangan di berbagai macam platform. Nama kota megapolitan ini semakin dikenal oleh jutaan anak muda di seluruh dunia.

"Kami selalu mengedepankan filosofi utama yaitu sepakat dalam perbedaan (agree to differ)," ujar Sang Jian menjelaskan.

Slogan ini merepresentasikan gaya komunikasi adaptif untuk merangkul keberagaman budaya para audiens global.

Kunjungan delegasi Sumatra ini menjadi ajang studi banding mengenai masa depan industri agency media. Mereka membuktikan bahwa kuantitas staf bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan sebuah penyebaran arus informasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....