Lagi, Dua Prajurit TNI Meninggal dan Dua Lainnya Terluka di Lebanon

  • 31 Mar 2026 22:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dua Prajurit TNI dilaporkan gugur saat hendak melakukan proses evakuasi jenazah Praka Farizal Romadhon di Lebanon Selatan, Senin 30 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Prajurit TNI yang gugur diantaranya Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dari kesatuan Kopassus, dan Sertu Ikhwan dari kesatuan Kodam IX Udayana.

Sementara dua Prajurit TNI lainnya juga terluka, masing-masing Kapten Infanteri Sultan dari kesatuan Yonif 320, serta Praka Deni anggota AU Lanud Atang Sendjaja Jawa Barat.

Para prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL PBB ini, terkena ledakan saat melaksanakan penjemputan jenazah Praka Farizal Ramadhon dari kesatuan Kodam Iskandar Muda (IM) yang gugur ketika terjadinya aksi saling serang antara Militer Israel dengan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.

Media BBC Internasional yang mengutip pernyataan UNIFIL, badan PBB yang melaksanakan pengamanan di Lebanon, pada Selasa (31/3/2026) memberitakan, bertambahnya personel yang gugur akibat kendaraan yang ditumpangi anggota terkena ledakan yang belum diketahui sumbernya.

Menurut pernyataan UNIFIL, insiden tersebut merupakan tragedi fatal ke dua dalam 24 jam terakhir. Badan PBB tersebut juga menyatakan bela sungkawa mendalam kepada keluarga dan kerabat para prajurit yang telah gugur dalam menjalankan tugas mereka.

Laporan sementara yang beredar dari Indonesian Task Force Bravo (TFB), bahwa pasukan sedang melakukan escort atau pengawalan bersama CSSU (Combet Support Service Unit) Spanyol, dengan total 6 unit kendaraan mengangkut peti jenazah kosong.

Saat kendaraan lapis baja melintas di Bani Hayyan, saat hendak berbelok tiba-tiba ada ledakan yang terjadi pada kendaraan pertama hingga rusak parah.

Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ikhwan meninggal dilokasi kejadian. Bahkan dua korban tersebut tertinggal tidak sempat dievakuasi oleh tim yang berada dibelakang karena intensitas serangan sangat tinggi usai terjadinya ledakan.

Sedangkan dua prajurit yang terluka yakni Kapten Infanteri Sulthan dan Praka Deni masih sempat dilarikan ke sektor East Haki pada pukul 12.00 waktu setempat. Korban luka-luka kemudian dilakukan penanganan medis oleh China Medical, sebelum akhirnya dijemput 2 unit Helikopter untuk dibawa menuju RS Saint George, Beirut, Lebanon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....