KRI TNI AL Sultan Iskandar Muda-367 Siaga Perang

  • 11 Jan 2025 08:25 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Di tengah samudra yang bergelora, kapal perang kebanggaan TNI AL, KRI Sultan Iskandar Muda-367, melintasi perairan penuh risiko yang terkenal sebagai "zona merah" internasional. Pada tanggal 9 Januari 2025, kapal korvet andalan ini menjalankan misi besar sebagai bagian dari Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P Unifil, melewati perairan Somalia, Teluk Aden, dan Bab El Mandeb di Yaman. Kawasan ini dikenal dengan ancaman perompak laut, konflik bersenjata, hingga sabotase bawah air.

Dipimpin oleh Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, KRI Sultan Iskandar Muda-367 menerapkan peran jaga perang. Langkah ini tidak hanya sebagai benteng pertahanan dari berbagai ancaman—baik udara, permukaan, maupun serangan asimetris—tetapi juga menjadi momen penting untuk melatih naluri tempur prajurit.

"Peran jaga perang di wilayah zona merah seperti Teluk Aden sangat krusial. Ini bukan hanya soal melindungi kapal, tetapi juga melatih kewaspadaan prajurit menghadapi ancaman nyata yang dinamis," tegas Letkol Anugerah.

Operasi ini didasarkan pada buku "Induk Tempur" khas TNI AL, dengan pasukan elite Kopaska dan penyelam TNI AL menjadi garda utama untuk menangkal ancaman sabotase bawah air. Tim ini bergerak senyap namun sigap, memastikan setiap inci kapal aman dari ancaman yang tak terlihat.

Sebanyak 120 prajurit tangguh berada di kapal ini, terdiri atas 105 awak kapal dan 15 personel pendukung. Mulai dari pilot, teknisi, perwira kesehatan, hingga personel intelijen, semuanya bersinergi menjaga kesiapan operasional.

“Langkah ini juga memastikan keamanan pelayaran sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit menghadapi situasi kompleks,” tambah Letkol Anugerah.

Rute perjalanan ini bukanlah tugas biasa. KRI Sultan Iskandar Muda-367 berangkat dari Jakarta, melewati Batam, Kolombo (Sri Lanka), Salalah (Oman), hingga Terusan Suez, sebelum akhirnya tiba di Beirut, Lebanon, pada pertengahan Januari 2025. Kapal ini dijadwalkan melakukan serah terima dengan KRI Diponegoro-365 untuk melanjutkan misi perdamaian di bawah payung PBB.

Setiap mil yang ditempuh membawa tantangan baru. Namun, dengan semangat baja, seluruh awak kapal siap menghadapi segala kemungkinan. Peran jaga perang ini bukan hanya bentuk pertahanan, tetapi juga gambaran nyata betapa profesionalnya prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan menjalankan misi internasional.

Di lautan yang penuh ancaman, KRI Sultan Iskandar Muda-367 berdiri gagah sebagai simbol keberanian dan kehebatan bangsa. Sang penjaga samudra ini menjadi bukti nyata bahwa TNI AL selalu siap menjaga keamanan di mana pun diperlukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....