Masjid Laksamana Cheng Ho di Batam, Lonceng Cakra Donya di Aceh

  • 26 Sep 2024 11:38 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Kota Batam saat ini lagi gencar-gencarnya menjadikan kawasan reklamasi Bengkong sebagi pusat pariwisata Daerahnya. Benar saja, ada banyak berdiri tempat usaha Kuliner yang baru di rintis, termasuk tempat Gym hingga Pelabuhan.

Dilansir dari Wikipedia, Bengkong adalah sebuah Kecamatan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Batam Kota di sebelah Tenggara, dan dengan Kecamatan Batu Ampar di sebelah Barat Laut.

Sebelum memasuki kawasan industri kulinerari serta beberapa fasilitas umum yang lagi di bangun tersebut, tidak jauh dari daerah tersebut, maka akan kita temui salah satu Masjid Laksamana Cheng Ho yang tampak Iconic sekali. Masjid ini berdiri megah di kawasan Golden City, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Sejarah Bangunan Masjid dengan dengan warna Merah ini, belum lama di bangun yaitu pada tahun 2015 silam. Masjid dengan ornamen khas Negeri Tirai Bambu China ini, dibangun oleh seorang pengusaha Batam sebagai upaya mengenang sejarah perjalanan seorang Laksamana Tiongkok dan anak buahnya ke Indonesia yang membawa ajaran Islam. Adanya masjid ini membuktikan akulturasi antara budaya China, Islam dan Indonesia terjalin begitu erat di Kota Batam.

Perlu diketahui bahwa sejarah mencatat Laksamana Cheng Ho sendiri adalah seorang Laksamana Laut yang datang dari Tiongkok. Ia dipercaya memimpin ekspedisi pelayaran dengan membawa lebih kurang 27.000 anak buahnya berlayar menuju Indonesia. Peristiwa ini terjadi sebanyak 7 kali dalam kurun waktu di tahun 1416.

Laksamana Cheng Ho juga tercatat pernah singgah di Aceh dengan jejak hadiah Lonceng Cakra Donya. Kemudian Cheng Ho pernah singgah di Palembang dan beberapa tempat di Pulau Jawa. Ia seorang muslim tulen dan anak dari Haji Ma Ha Zhu dan ibunya berasal dari marga Oen (Wen) Tiongkok. Dan, beliau juga pernah diberi kepercayaan oleh Kaisar Cina Yongle yang pernah berkuasa pada tahun 1403 hingga 1424.

Sekilas melintas di depan masjid tersebut akan tampak seperti Klenteng. Saat diperhatikan Masjid yang dibangun tanpa kubah ini dihiasi berbagai ornamen berpadu dengan rangkaian huruf-huruf Arab. Masjid Cheng Ho diresmikan oleh Menko Bidang Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 21 Februari 2015.

Mesjid Cheng Ho ini dibangun di atas tanah seluas 80×80 Meter, dengan luas bangunannya sendiri hanya 20×30 Meter saja. Cukup kecil untuk ukuran kapasitas lebih kurang 200 jemaah, namun mesjid ini cukup ramai digunakan jemaah warga sekitar untuk beribadah. Mesjid ini juga dijadikan destinasi wisata religi baik warga lokal Batam maupun turis domestik dari negeri sendiri hingga dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....