Wagub Aceh Dorong Percepatan Infrastruktur Jalan dan Tebing Sungai di Sawang

  • 06 Okt 2026 08:29 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara — Pemerintah Aceh berkomitmen penuh untuk terus mempercepat perbaikan dan penanganan infrastruktur Jalan Krueng Mane, Sawang Batas Bireuen serta pengamanan tebing sungai di lintasan Krueng Sawang menuju Riseh, Kabupaten Aceh Utara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah (Dek Fadh), di sela-sela peninjauan langsung ke sejumlah lokasi bersama Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, didampingi Dinas PUPR Aceh Utara, Jafar, Plt. Kepala UPTD Wilayah II Dinas PUPR Aceh, Ruthmilla Devi, Kepala UPTD V Pengairan Aceh, Bambang Yusri, Senin sore, 5 Oktober 2026.

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhullah, menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar lebih dari Rp21 miliar untuk pengerjaan tahap awal jalan ruas Krueng Mane, Sawang dan perbatasan Bireuen. termasuk penanganan jalan kewenangan kabupaten yaitu ruas jalan Sawang – Riseh Tunong hingga Dusun Cot Calang sepanjang 9 km perlu mendapat perhatian.

“Selain alokasi TKD, Pemerintah Aceh juga telah mengajukan usulan anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) sebesar Rp20 miliar. Meskipun penanganan IJD belum masuk pada tahap pertama prioritas, Namun penanganan ruas jalan tersebut mencapai 28 kilometer kita pastikan akan kembali dialokasikan dalam anggaran tahun 2027 melalui Bappeda Aceh. “tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, selain melihat kondisi jalan, Wagub melihat langsung kondisi sungai yang kian melebar akibat banjir. Lebarnya bentangan sungai membuat satu unit jembatan Bailey yang telah dipasang oleh pihak Polri belum mampu terhubung penuh ke daratan sebelah.

"Jembatan Bailey yang dipasang oleh Polri belum terhubung karena melebar sungai yang cukup besar. Penambahan unit Bailey satu lagi nanti dikerjakan oleh rekan-rekan TNI. Kita harapkan sebelum tanggal 10 pengerjaan sudah mulai berjalan, karena jika lewat dari tanggal 15 akan semakin sulit dikerjakan," terang Wagub.

Di sisi lain, Wagub juga menyoroti kerusakan parah pada tebing sungai dan fasilitas publik. Di ujung lintasan Gampong Riseh Teungoh, terputusnya jalan telah menyebabkan hilangnya bangunan masjid, kantor keuchik (desa), meunasah, serta sejumlah rumah warga dan pagar sekolah SMA.

“Pemasangan bronjong di dua sisi menjadi solusi utama yang direkomendasikan oleh BWS dan Dinas Pengairan agar gerusan air tidak berpindah menyerang sisi jalan lainnya saat debit air meningkat. Maka penanganan bronjong ini harus berlanjut pada anggaran 2027 agar pengamanan jalan dan pemukiman warga selesai secara permanen," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....