Mengurai Makna Filosofis Logo Hari Jadi ke-27 Kabupaten Bireuen

  • 28 Sep 2026 20:38 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Bireuen– Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Bireuen meluncurkan logo resmi peringatan hari jadi daerah bertajuk "Kota Santri" tersebut.

Logo HUT ke-27 Kabupaten Bireuen memadukan unsur visual modern, kearifan lokal, serta identitas keagamaan yang kuat. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) Kabupaten Bireuen, M. Zubair, S.H., M.H.,

menjelaskan bahwa seluruh elemen dalam logo dirancang untuk merepresentasikan perjalanan, identitas, serta cita-cita masyarakat Bireuen.

"Logo HUT ke-27 ini bukan sekadar identitas visual, melainkan representasi semangat kebersamaan, keberagaman budaya, dan komitmen spiritual masyarakat Bireuen dalam membangun daerah," ujar M. Zubair.

M. Zubair memaparkan lima elemen utama yang terkandung dalam filosofi logo HUT ke-27 Kabupaten Bireuen:

  • Angka 27: Menandai perjalanan sejarah 27 tahun berdirinya Kabupaten Bireuen sejak dimekarkan. Angka ini melambangkan kematangan usia daerah dalam menata pembangunan, perekonomian, serta pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

-Bungong Jeumpa: Bunga khas kebanggaan masyarakat Aceh ini melambangkan keindahan, keharuman nama daerah, serta keanggunan budaya lokal. Kehadiran Bungong Jeumpa merepresentasikan keharmonisan hidup dan keramahan warga Bireuen yang senantiasa menjaga kebudayaan warisan indatu.

-Tugu Bireuen: Menjadi simbol keteguhan, sejarah perjuangan, dan ikon kebanggaan daerah. Tugu melambangkan pondasi yang kokoh serta semangat pantang menyerah masyarakat Bireuen dalam menghadapi tantangan zaman.

  • Motif Aceh Bershalawat: Menggambarkan identitas Bireuen sebagai Kota Santri yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan penerapan syariat Islam. Motif ini menegaskan komitmen Pemkab dan masyarakat untuk senantiasa mengagungkan shalawat serta memohon keberkahan dalam setiap langkah pembangunan.
  • Warna Emas dan Marun: Perpaduan warna emas (gold) melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan kemakmuran. Sementara warna marun mencerminkan keberanian, keberpihakan pada kebenaran, serta keteguhan sikap dalam menjaga martabat daerah.
    M. Zubair menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-27 Bireuen tahun ini dirancang semarak dengan memadukan unsur olahraga, pameran UMKM, seni tradisional, hingga syiar keagamaan yang puncaknya ditandai dengan Upacara Peringatan Hari Jadi dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Oktober 2026.
    "Kami berharap semangat filosofis dalam logo ini dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat Bireuen untuk terus mempererat silaturahmi, bersinergi, dan bersatu demi Bireuen yang makin maju dan bermartabat," tutup Kadis Kominsa Bireuen.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....