Empat Kecamatan Rawan Karhutla, Lima Armada Damkar Siaga

  • 17 Sep 2026 16:08 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseunawe — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kota Lhokseumawe. Meski jumlah kejadian kebakaran secara keseluruhan tahun ini disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kebakaran lahan justru masih terjadi hampir setiap hari.

Komandan Regu B Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Lhokseumawe, Ridwan Saputra, mengatakan dalam satu hari petugas bahkan pernah melakukan pemadaman hingga empat kali di lokasi berbeda.

“Kalau kita lihat dari tahun ke belakang, jumlah kebakaran tahun ini menurun. Namun untuk kebakaran lahan, hampir setiap hari ada, bahkan dalam satu hari pernah terjadi hingga empat kali pemadaman,” ujar Ridwan dalam dialog interaktif Bincang Pagi Pro 1 RRI Lhokseumawe, Kamis, 17 September 2026.

Dialog tersebut mengangkat tema “Karhutla dan Kesiapsiagaan Semua Pihak”.

Ridwan menjelaskan, berdasarkan pemetaan potensi kerawanan, terdapat empat kecamatan yang menjadi wilayah utama penanganan karhutla, yakni Blang Mangat, Muara Satu, Muara Dua, dan Banda Sakti.

Untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran, Regu B Damkar Lhokseumawe menyiagakan lima unit armada truk pemadam atau fire truck.

Lima armada tersebut terdiri atas dua unit berkapasitas 4.000 liter, satu unit berkapasitas 5.000 liter, serta dua unit berkapasitas 6.000 liter.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi penting karena kebakaran lahan dapat berkembang cepat, terutama ketika api berada di area terbuka dan kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

Ridwan menjelaskan, informasi kejadian kebakaran diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari laporan masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas untuk segera dilakukan penanganan dan pemadaman di lokasi.

Ia mengingatkan masyarakat tidak menganggap remeh kebakaran lahan, meskipun api awalnya berada jauh dari permukiman.

“Jangan kita anggap sepele. Memang kalau kebakaran ini tidak kena harta benda, tapi jangan sampai kena harta benda dan nyawa, seperti yang pernah terjadi di daerah lain. Sebelum berdampak pada pemukiman atau warga, harap dijaga bersama,” tegas Ridwan.

Damkar Lhokseumawe juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas pembersihan lahan. Penggunaan api di area terbuka harus dihindari karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Kesiapsiagaan petugas, dukungan armada, serta kepedulian masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah karhutla meluas dan mengancam permukiman maupun keselamatan warga.(Kamil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....