BPBD Lhokseumawe Tangani 89 Kasus Karhutla hingga Agustus
- 17 Sep 2026 12:15 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe mencatat 89 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kasus kebakaran lahan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Bidang Kedaruratan, Pemadam Kebakaran, dan Logistik BPBD Kota Lhokseumawe, Rudi Irawan, S.T., M.M., mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat sejak Juni dan terus bertambah hingga Agustus.
“Dari Juni hingga Agustus terjadi peningkatan. Pada Juni tercatat lima kali kejadian, Juli 18 kali, dan puncaknya pada Agustus mencapai 20 kali kejadian kebakaran lahan,” ujar Rudi Irawan, Kamis, 17 September 2026.
Ia menyebutkan, sejumlah wilayah yang rawan terjadi karhutla antara lain Kecamatan Muara Satu, Blang Mangat, Muara Dua, Guha Udeung, hingga Cunda Kandang.
Salah satu kejadian cukup besar terjadi di kawasan Cunda Kandang dengan luas lahan terbakar hampir satu hektare. Berkat kesigapan petugas, kebakaran tersebut berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD Lhokseumawe terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI dan Polri, termasuk Polres, Polsek, Koramil, aparat kecamatan, serta pemerintah desa atau gampong.
BPBD juga meningkatkan kapasitas personel. Sebanyak 15 anggota pemadam kebakaran dikirim mengikuti pelatihan khusus penanganan karhutla di Ciracas, Jakarta Timur.
Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan selama 24 jam dan melakukan patroli rutin setiap pekan untuk mendeteksi titik api atau hotspot sejak dini.
Rudi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di kawasan yang rentan terbakar.
“Kami terus mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di area yang rentan. Pencegahan tentu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat dan aparatur gampong diharapkan segera melaporkan jika menemukan titik api atau potensi kebakaran sekecil apa pun kepada BPBD atau Dinas Pemadam Kebakaran.
Langkah cepat tersebut dinilai penting agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas ke area lainnya.
(Hadini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....