Sampah Rumah Tangga Tak Bisa Lagi Dipandang Sepele

  • 15 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Pengelolaan sampah rumah tangga tidak cukup hanya dengan mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang. Pemilahan dari sumber menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan lingkungan yang lebih besar.

Hal itu disampaikan Proram Manager Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA), Rahmad Abubakar, dalam dialog interaktif di Studio Pro 1 RRI Lhokseumawe, Selasa, 15 September 2026.

Rahmad mengatakan, sistem pengangkutan dan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada dasarnya hanya memindahkan persoalan dari satu tempat ke tempat lain.

“Sistem pengangkutan dan penumpukan di TPA itu ibarat memindahkan masalah. Suatu saat, TPA pasti akan mengalami overload atau kelebihan tekanan,” ujar Rahmad.

Menurutnya, persoalan tersebut semakin kompleks dengan munculnya titik-titik pembuangan sampah ilegal di sejumlah kawasan. Kondisi itu menunjukkan masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat serta edukasi mengenai pengelolaan sampah.

Pertumbuhan penduduk, bertambahnya kawasan permukiman, serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata juga turut memengaruhi volume sampah yang dihasilkan masyarakat.

Rahmad menjelaskan, pencampuran sampah organik dan anorganik tanpa pemilahan dapat menimbulkan persoalan lingkungan. Sampah organik yang menumpuk di kondisi tanpa oksigen dapat menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Karena itu, menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, terutama dari rumah tangga. Masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik sebelum diserahkan untuk proses pengelolaan selanjutnya.

Ia menilai penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan penertiban atau penegakan aturan di hilir. Edukasi dan perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui dialog tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan upaya mencegah krisis ekologi di masa mendatang.

Ditulis oleh: Hadini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....