Usulkan 3.056 Huntap,Pidie Jaya Percepat Pemulihan Terdampak Bencana

  • 09 Sep 2026 19:13 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Pidie Jaya - Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi MA, S. Sos, ME melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie Jaya terus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak melalui koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam dalam rapat koordinasi Satgas Sumatera Bangkit secara zoom meeting di Media Center Kantor Bupati Pidie Jaya Selasa 8 Agustus 2026 .

Dengan mengusulkan 3.056 unit Huntap, setelah bencana hidrometeorologi berdampak luas terhadap permukiman warga. Hingga tahap pemulihan, pemerintah telah membangun 1.342 unit Hunian Sementara (Huntara), dengan 1.280 unit telah dihuni, serta menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak.

Bupati Sibral Malasyi menegaskan, penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada tahap darurat, tetapi harus dilanjutkan hingga masyarakat benar-benar pulih. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, pemerintah pusat, dinas teknis dan unsur terkait telah melakukan pendataan rumah terdampak, pembangunan Huntara, penyaluran bantuan sosial dan bantuan stimulan perbaikan rumah.

Namun, pembangunan Huntap masih membutuhkan percepatan, terutama dalam penyelesaian kebutuhan lahan, dukungan pembiayaan dan sinkronisasi data penerima manfaat. Bupati sebelumnya juga menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap membutuhkan dukungan pemerintah pusat karena menyangkut kebutuhan anggaran besar dan kewenangan lintas sektor.

Melalui koordinasi Satgas Sumatera Bangkit, Pemkab Pidie Jaya berharap tahapan yang masih tertunda dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan Huntap dapat berjalan terukur, tepat sasaran dan berkelanjutan. Bupati menekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi harus berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat, bukan hanya memulihkan rumah dan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak.

“Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan pusat kehidupan keluarga,” demikian pesan Bupati saat menyerahkan bantuan stimulan rumah rusak kepada masyarakat terdampak. (Prokopim/Yuni).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....