Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami, Pemko Lhokseumawe Perkuat Edukasi

  • 09 Sep 2026 17:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, menghadiri pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) Kota Lhokseumawe Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe. Rabu 9 September 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami menjadi wadah edukasi bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk memahami karakteristik ancaman bencana, langkah mitigasi, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi maupun tsunami.

Kegiatan ini dinilai penting bagi Kota Lhokseumawe yang memiliki wilayah pesisir dan berhadapan langsung dengan potensi ancaman bencana hidrometeorologi maupun geologi.

Melalui kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Kehadiran Sekda Kota Lhokseumawe dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap berbagai program penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong sinergi dengan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai pihak terkait dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih kuat.

Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar informasi mengenai potensi bencana dapat dipahami dan diteruskan kepada masyarakat secara cepat dan tepat.

Selain kesiapan pemerintah, peningkatan kapasitas masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Dengan adanya Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya sadar bencana sekaligus membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi potensi gempa bumi serta tsunami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....