Inspektur Upacara Hardikda, Plt.Sekda: Pendidikan Tentukan Masa Depan Aceh
- 02 Sep 2026 16:41 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Banda Aceh- Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di balik upacara yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu 2 September 2026, terselip pesan penting tentang bagaimana masa depan Aceh sesungguhnya sedang dibentuk melalui pendidikan hari ini.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Di hadapan unsur Forkopimda Aceh, jajaran Pemerintah Aceh, kepala sekolah, akademisi, hingga para pelajar, ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan menjadi salah satu penentu arah masa depan Aceh.
Mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat”, Hardikda tahun ini menjadi momentum untuk kembali melihat pendidikan bukan hanya sebagai ruang mengejar nilai akademik.
Menurut Taufik, generasi Aceh ke depan harus tumbuh sebagai anak-anak yang berilmu sekaligus berakhlak, kreatif, mandiri, mampu beradaptasi dengan perubahan, menguasai teknologi, serta memiliki integritas.
“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, guru, orang tua, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh unsur pendidikan perlu berjalan dalam arah yang sama agar setiap anak Aceh memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara baik,” ujar Taufik dalam amanatnya.
Ia mengatakan, potensi generasi muda Aceh sebenarnya sangat besar. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya pelajar Aceh yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional bahkan internasional, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni maupun budaya.
Menariknya, prestasi tersebut tidak hanya lahir dari sekolah-sekolah di perkotaan. Sejumlah siswa dari daerah juga mampu menunjukkan kemampuan dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Bagi Taufik, capaian itu menjadi bukti bahwa ketika anak-anak Aceh diberikan ruang, kesempatan dan pembinaan yang tepat, mereka mampu berkembang jauh melampaui batas-batas daerahnya.
Karena itu, ia mendorong agar dukungan terhadap generasi muda terus diperluas melalui pembinaan yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas guru, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang mampu mendorong anak untuk berprestasi.
Namun, pendidikan juga harus mengajarkan satu hal penting: bagaimana menghadapi situasi yang tidak selalu dapat diprediksi.
Pengalaman Aceh menghadapi berbagai bencana, kata Taufik, harus menjadi pelajaran bagi dunia pendidikan. Sekolah perlu memiliki budaya kesiapsiagaan dan prosedur darurat yang jelas sehingga keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas ketika bencana terjadi.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, pembenahan sarana dan prasarana, serta pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan visi Pemerintah Aceh, “Aceh yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.”
Sebab, membangun Aceh pada akhirnya bukan hanya tentang membangun infrastruktur atau mengejar pertumbuhan ekonomi. Ada generasi yang harus dipersiapkan.
Dan generasi itulah yang hari ini duduk di bangku-bangku sekolah, belajar, bermimpi, dan perlahan menentukan seperti apa wajah Aceh di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....