Bupati Bireuen Buka Konsultasi Publik I Penyusunan RTDR Kawasan Perkotaan

  • 01 Sep 2026 13:53 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar kegiatan Konsultasi Publik I Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bireuen yang berlangsung di Oproom Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Selasa 1 September 2026. Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Bireuen tersebut dihadiri perwakilan Komisi IV DPRK Bireuen, Sekda, Asisten I, para Kepala SKPK, akademisi, unsur BUMD, BPN, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta unsur insan pers.


Dalam arahannya, Bupati Bireuen menegaskan bahwa dokumen RDTR merupakan kompas strategis yang menentukan arah pemanfaatan serta pengendalian ruang Kawasan Perkotaan Bireuen untuk 20 tahun ke depan. "RDTR ini berfungsi sebagai pedoman untuk menentukan ruang mana yang dapat digunakan bagi pemukiman, perdagangan, perkantoran, industri, fasilitas umum, hingga ruang terbuka hijau. Pertumbuhan kota yang pesat tanpa arah dapat menimbulkan masalah di kemudian hari, sehingga pembangunan harus tata dengan tertib, aman, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat," ujar Bupati.

Selain mengatur zonasi, keberadaan RDTR yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) dinilai vital untuk menciptakan iklim investasi yang transparan dan kondusif melalui percepatan proses perizinan usaha. Bupati menyampaikan empat poin utama yang menjadi fokus perhatian dalam penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen, yaitu:

-Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi: Menyiapkan ruang bagi sektor perdagangan, jasa, dan UMKM guna memperluas lapangan kerja.

-Perlindungan Lahan Pertanian: Memastikan pengembangan kota tidak mengorbankan lahan pertanian produktif demi menjaga ketahanan pangan.

-Pelestarian Lingkungan Hidup: Menjaga fungsi kawasan pesisir, aliran sungai, dan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

-Pembangunan Infrastruktur dan Mobilisasi: Menyediakan jaringan jalan, transportasi, drainase, persampahan, dan fasilitas publik yang memadai.

Ia meminta agar seluruh tim penyusun dan perangkat daerah bersikap terbuka, profesional, serta berbasis data dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. "Saya tidak ingin konsultasi publik ini hanya menjadi seremonial belaka. Mari manfaatkan forum ini untuk berdiskusi secara terbuka dan partisipatif demi terwujudnya Perkotaan Bireuen yang ekonominya hidup, lokasinya tertata, dan lingkungannya terjaga," pungkasnya sebelum mengetok palu tanda dibukanya kegiatan secara resmi

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....