Pascabanjir, Kemenkes Kucurkan Rp46,7 Miliar untuk RSUD Aceh Timur
- 20 Agt 2026 16:59 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berhasil memperoleh dukungan anggaran Rp46,7 miliar dari Kementerian Kesehatan untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan setelah bencana hidrometeorologi. Dana tersebut diperuntukkan bagi dua rumah sakit daerah, yakni RSUD dr. Zubir Mahmud dan RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak. Kepastian dukungan itu diperoleh setelah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan langsung kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan kepada Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.
RSUD dr. Zubir Mahmud mendapat alokasi terbesar sebesar Rp32,7 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk pemenuhan peralatan kesehatan yang mendukung pelayanan sejumlah penyakit prioritas, meliputi kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak. Penyalurannya direncanakan berlangsung secara bertahap pada 2026 dan 2027. Sementara RSUD SAAS Peureulak memperoleh dukungan Rp14 miliar yang difokuskan untuk pengadaan kembali peralatan medis penting yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan dukungan pemerintah pusat tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengembalikan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak bencana. Menurutnya, fasilitas kesehatan memiliki posisi vital karena masyarakat membutuhkan layanan medis justru ketika kondisi pascabencana masih berlangsung. Pemulihan peralatan dan fasilitas rumah sakit diharapkan tidak hanya mengembalikan pelayanan seperti sebelum bencana, tetapi juga meningkatkan kemampuan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.
Dukungan Kemenkes juga tidak berhenti pada dua rumah sakit tersebut. Pemerintah pusat akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan rehabilitasi dan revitalisasi sejumlah puskesmas yang ikut terdampak bencana. Selain itu, usulan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Aceh Timur mendapat persetujuan untuk diproses melalui mekanisme yang berlaku. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dari tingkat rumah sakit hingga fasilitas kesehatan dasar di kecamatan.
Alokasi puluhan miliar rupiah tersebut menjadi momentum bagi Aceh Timur untuk membangun kembali sistem kesehatan yang lebih tangguh setelah bencana. Pemulihan tidak hanya menyangkut penggantian alat medis maupun perbaikan bangunan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang aman, layak dan berkualitas. Dengan dukungan pemerintah pusat serta pembenahan fasilitas secara menyeluruh, Aceh Timur diharapkan mampu mempercepat normalisasi layanan kesehatan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan fasilitas medis menghadapi potensi bencana berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....