Lautan Putih di Lhoksukon, Belasan Ribu Warga Peringati 21 Tahun Perdamaian Aceh
- 15 Agt 2026 15:51 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara — Belasan ribu masyarakat dari berbagai elemen memadati halaman Kantor Bupati Aceh Utara di Lhoksukon, Sabtu, 15 Agusus 2026 dalam kegiatan zikir akbar dan doa bersama memperingati 21 tahun Perdamaian Aceh, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Sejak Sabtu pagi, kompleks Kantor Bupati Aceh Utara dipenuhi masyarakat yang mengenakan pakaian serba putih. Dari kejauhan, hamparan warga tersebut tampak seperti lautan putih, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan dalam memperingati momentum bersejarah bagi Aceh.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayahwa, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Hadir pula para ASN dari seluruh SKPD, camat, kepala dinas, insan pendidikan, tenaga kesehatan, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta para ulama.

Rangkaian zikir dan doa bersama dipimpin langsung oleh Imam Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon. Lantunan zikir, shalawat dan doa menggema di tengah ribuan jamaah yang memanjatkan harapan agar perdamaian Aceh terus terjaga dan menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih aman dan sejahtera.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil menegaskan bahwa 15 Agustus bukan sekadar tanggal biasa, tetapi memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.
“Tanggal 15 Agustus ini bukan sekadar angka di kalender. Perdamaian yang kita nikmati hari ini sangat penuh makna bagi kita seluruh masyarakat Aceh. Ini adalah komitmen bersama yang harus terus kita jaga, rawat, dan isi dengan pembangunan yang menyejahterakan,” ujar Ayahwa.
Menurutnya, perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun harus menjadi modal penting untuk membangun Aceh Utara. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan, memperkuat keharmonisan dan membangun kerja sama demi kemajuan daerah.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa perdamaian bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Perdamaian harus diisi dengan pembangunan, pendidikan yang lebih baik, pelayanan publik yang berkualitas dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Ayahwa mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Aceh Utara untuk bersama-sama merawat perdamaian serta menjadikan persatuan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Peringatan 21 tahun Perdamaian Aceh di Aceh Utara berlangsung khidmat, tertib dan lancar. Zikir dan doa bersama yang digelar sejak pagi menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas perdamaian yang telah memberikan ruang bagi Aceh untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Dari lautan putih di Lhoksukon, pesan perdamaian kembali menggema: menjaga damai bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi memastikan generasi mendatang tetap hidup dalam persaudaraan dan kesejahteraan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....