Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan Tahap III Rp11,2 Miliar
- 11 Agt 2026 17:06 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana melalui bantuan isi hunian rumah dan Jaminan Hidup (Jadup) tahap III. Total bantuan yang disalurkan berdasarkan rekap penerima mencapai Rp11.216.850.000.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana. Pemkab Aceh Utara terus mengawal proses penyaluran agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan data dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Muntasir, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dari total tersebut, bantuan isi hunian menjadi alokasi terbesar dengan nilai Rp9.825.000.000. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak di sejumlah kecamatan, yakni Banda Baro, Dewantara, Kuta Makmur, Nibong, Nisam, Nisam Antara, Paya Bakong, Pirak Timu, Samudera, dan Seunuddon.
Sementara itu, bantuan Jaminan Hidup (Jadup) mencapai Rp1.391.850.000. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat Gampong Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, dengan jumlah penerima sebanyak 230 kepala keluarga atau 1.031 jiwa.
Dalam sambutan tertulis Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil yang disampaikan Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang, S.I.Kom., disebutkan bahwa bantuan Jadup menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat dinantikan masyarakat terdampak bencana.
“Bantuan ini sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan meringankan beban keluarga,” demikian pesan Bupati.
Bupati mengatakan bantuan isi hunian diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menata tempat tinggal agar lebih layak dan nyaman. Sementara bantuan Jadup diharapkan mampu menopang kebutuhan dasar keluarga selama masyarakat berupaya memulihkan kehidupan setelah bencana.
Menurutnya, bantuan pemerintah tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai yang diterima. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Kita ingin masyarakat merasakan bahwa ketika menghadapi kesulitan, mereka tidak berjalan sendiri,” ujarnya.
Bupati juga meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar penting bagi keluarga.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan akhir dari proses pemulihan, melainkan menjadi salah satu modal bagi masyarakat untuk kembali bangkit dan menata kehidupan.
“Jadikan bantuan ini sebagai awal untuk kembali bangkit. Sebagaimana slogan kita bersama, yaitu ‘Aceh Utara Bangkit’,” kata Bupati.
Ia menambahkan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan masyarakat hari ini, tetapi juga bagaimana warga dapat kembali bekerja, memulihkan sumber penghidupan, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Pemkab Aceh Utara, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap dan menyeluruh.
Pemkab Aceh Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan yang diberikan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara.
Bupati berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat terdampak yang memperoleh bantuan dan proses pemulihan dapat berjalan optimal.
“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan kepada kita semua serta memberikan kemudahan bagi masyarakat Aceh Utara dalam melanjutkan kehidupan dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....