Dzikir Akhbar Warnai HUT ke-19 Pidie Jaya dan 1 Muharram 1448 H

  • 17 Jun 2026 15:09 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Pidie Jaya - Dzikir Akbar HUT ke-19 Pidie Jaya dan 1 Muharram 1448 H, Puluhan Ribu Jamaah Panjatkan Doa untuk Kebangkitan Daerah

Dzikir Akbar dan Tausiah Islam itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dihadiri sekitar 38 ribu jamaah dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya.

Kegiatan itu menghadirkan penceramah internasional, Ustaz Habibi Alwi dari Yaman, yang memberikan tausiah tentang pentingnya memperkuat keimanan, persatuan, dan rasa syukur dalam membangun masyarakat yang maju dan berakhlak di halaman Gedung MTQ Pidie Jaya Selasa malam, 16 Juni 2026.

Bupati Pidie Jaya menyampaikan bahwa dzikir dan doa bersama ini menjadi momentum spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan daerah, Menurutnya, peringatan HUT daerah yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam harus menjadi sarana introspeksi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Dzikir yang kita lantunkan bersama malam ini semoga dikabulkan oleh Allah SWT dan menjadi amal ibadah bagi kita semua. Mudah-mudahan Pidie Jaya ke depan menjadi daerah yang lebih baik, lebih maju, dan mampu bangkit dari berbagai tantangan yang sedang dihadapi,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam mendukung pembangunan daerah. Bupati Sibral berharap semangat hijrah dan kebersamaan yang tumbuh dari dzikir akbar dapat menjadi energi positif untuk mempercepat kebangkitan daerah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mewujudkan Pidie Jaya yang religius, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustaz Habibi Alwi mengingatkan bahwa pergantian tahun hijriah merupakan momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas iman, akhlak, serta persatuan masyarakatnya.

“Jika masyarakat menjaga salat, memperbanyak dzikir, saling menghormati, dan menjaga persatuan, maka Allah akan membuka pintu keberkahan bagi daerah tersebut,” pesannya.(prokopim/Yuni).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....