Ayahwa Beberkan Dana Bantuan Banjir Rp10,49 Miliar untuk Aceh Utara
- 08 Jun 2026 18:31 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Gelombang solidaritas dari berbagai penjuru Indonesia yang mengalir pascabanjir bandang di Aceh Utara akhirnya dijawab dengan keterbukaan penuh. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara merinci seluruh bantuan keuangan yang diterima melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) untuk penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian saat masyarakat Aceh Utara menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, baik pemerintah, lembaga, dunia usaha, maupun masyarakat yang telah memberikan bantuan pada masa tanggap darurat bencana,” ujar Ayahwa dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, Senin 8 Juni 2026.
Data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mencatat total bantuan yang masuk ke RKUD sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 mencapai Rp10.490.750.808. Angka tersebut menjadi representasi nyata kuatnya rasa persaudaraan dan gotong royong lintas daerah dalam membantu pemulihan Aceh Utara.
Bantuan datang dari berbagai sumber, mulai dari perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto, dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga donasi yang dihimpun masyarakat dari berbagai daerah seperti Sleman, Solo, dan Serang. Seluruh bantuan itu menjadi simbol bahwa ketika bencana datang, batas geografis tidak mampu membatasi kepedulian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan seluruh dana yang diterima ditempatkan pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dan digunakan sesuai ketentuan untuk mendukung kebutuhan darurat serta percepatan pemulihan pascabencana.
Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, penyediaan logistik pangan dan obat-obatan, pembukaan akses jalan dan pembangunan jembatan darurat, hingga mendukung operasional penanganan bencana di lapangan.
Selain itu, dana bantuan juga digunakan untuk membersihkan lumpur yang menutupi berbagai fasilitas umum, termasuk sekolah, rumah ibadah, serta lingkungan permukiman warga yang terdampak banjir.
“Alhamdulillah, ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian dari Presiden, Pemerintah Aceh, pemerintah daerah di berbagai wilayah, serta masyarakat Indonesia. Seluruh bantuan dikelola secara transparan, akuntabel, dan digunakan tepat sasaran sesuai kebutuhan penanganan darurat pascabencana,” kata Ayahwa.
Lebih dari sekadar angka, bantuan senilai Rp10,49 miliar tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong bangsa tetap hidup. Di tengah duka akibat bencana, Aceh Utara tidak berjalan sendiri. Uluran tangan dari berbagai penjuru negeri menjadi energi bagi masyarakat untuk bangkit, pulih, dan menata kembali kehidupan pascabanjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....