Dorong Efisiensi Logistik, ASDP Kaji Pembukaan Rute Kapal Ro-Ro Jakarta-Banda Aceh

  • 24 Apr 2026 20:03 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry) berkonsep Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) untuk rute pelayaran langsung Jakarta - Banda Aceh. Rencana ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas serta meningkatkan efisiensi distribusi logistik menuju ujung barat Indonesia.

Dikutip dari Instagram resmi @dishub_aceh, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, T. Faisal, menyambut baik dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam memfasilitasi regulasi demi terealisasinya rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran kapal Ro-Ro akan membuka peluang besar bagi perekonomian daerah.

"Ini peluang bagi pelaku usaha di Aceh. Kehadiran kapal ro-ro tidak hanya mengangkut barang, tetapi juga penumpang, termasuk kontainer yang berada di atas kendaraan," ujar Faisal saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) di Aula Multimoda Dinas Perhubungan Aceh, Jumat 24 April 2026.

Faisal menjelaskan, pengoperasian jalur laut ini sejalan dengan upaya Pemerintah Aceh untuk mengurangi beban jalan raya yang semakin berat dan berpotensi menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kerusakan infrastruktur jalan akibat kendaraan bermuatan lebih atau Over Dimension Over Load (ODOL).

"Dengan adanya alternatif jalur laut, beban angkutan jalan bisa berkurang. Ini juga menjadi solusi saat terjadi bencana, seperti putusnya jalan dan jembatan yang selama ini kerap mengganggu distribusi logistik," tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa faktor fluktuasi harga BBM akibat geopolitik global menjadi pertimbangan untuk mendorong transportasi laut yang lebih efisien.

Sementara itu, Executive Director Regional I PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Theresia Damayanti, mengungkapkan bahwa potensi jalur Jakarta - Banda Aceh cukup besar. Hal ini mengingat kebutuhan logistik di Banda Aceh masih didominasi oleh pasokan dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa.

"Melalui konsep ro-ro trucking, pengiriman bisa lebih cepat, hanya 3,5 hari dan meminimalisir kerusakan barang. Ini menjadi alternatif yang lebih efisien bagi pelaku usaha," kata Theresia. Ia menambahkan, kepastian volume muatan akan menjadi faktor penting dalam menentukan tarif agar tetap kompetitif bagi para pengusaha.

Rencana pembukaan rute ini juga mendapat dukungan penuh dari organisasi pengusaha dan angkutan darat. Ketua Organda Aceh, Ramli, menilai tingginya biaya transportasi darat dari Jawa adalah salah satu penyebab mahalnya harga barang di Aceh.

"Kalau lewat darat bisa sampai seminggu dengan berbagai risiko. Kalau ada jalur laut langsung, tentu ini sangat membantu dan bisa menekan inflasi," tegas Ramli.

Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Bidang Vokasi dan Sertifikasi, T. Jailani Yacob. Kadin meyakini jalur pelayaran langsung ini akan membuka peluang usaha baru, menekan biaya distribusi, dan meningkatkan daya saing produk daerah. Kadin juga mendorong adanya kepastian kebijakan lintas sektor agar operasional rute ini nantinya dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....