Dari Ganja ke Kopi, BNN Dorong Perubahan di Aceh

  • 17 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat strategi pencegahan dan pemberantasan narkotika melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah mendorong petani di wilayah rawan peredaran narkotika, khususnya di Aceh, untuk beralih dari budidaya ganja menuju sektor ekonomi produktif berbasis komoditas legal dan bernilai tinggi, seperti kopi. Rabu (17/6/2026)

Pendekatan tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah yang selama ini rentan terhadap aktivitas ilegal.

BNN menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan ekonomi masyarakat agar memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan dan lebih menjanjikan.

Program pemberdayaan yang dijalankan BNN diarahkan untuk menciptakan transformasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan pengelolaan hasil pertanian yang memiliki nilai tambah.

Selain menyasar aspek ekonomi, BNN juga terus memperkuat edukasi dan sosialisasi bahaya narkotika kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Hal ini menjadi sangat krusial mengingat data prevalensi tahun 2025 menunjukkan bahwa lonjakan angka penyalahguna tertinggi berada pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun,” demikian disampaikan dalam upaya penguatan program pencegahan berbasis masyarakat.

Kelompok usia produktif tersebut menjadi perhatian serius karena merupakan generasi yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara masif melalui kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.

Melalui program pemberdayaan alternatif, BNN berharap masyarakat tidak hanya menjauhi aktivitas yang berkaitan dengan narkotika, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi melalui sektor-sektor unggulan yang berkelanjutan.

Aceh sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas dunia. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

BNN optimistis bahwa pendekatan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat dapat menjadi instrumen efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas ilegal serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Dengan sinergi antara pemberdayaan ekonomi, edukasi, dan penegakan hukum, BNN berharap lahir lebih banyak kawasan produktif yang mampu menjadi contoh keberhasilan transformasi masyarakat menuju kehidupan yang sehat, sejahtera, dan bebas narkoba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....