Syibral Temui Pasutri Sakit, Data Desil Dipertanyakan

  • 23 Apr 2026 23:46 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara, Syibral Mulasi, menunjukkan kepedulian sosial dengan turun langsung menyambangi pasangan suami istri yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di Desa Glong, Kecamatan Syamtalira Bayu.

Pasutri tersebut, Ali Munir (59) dan Zuraidah (56), tercatat dalam kategori desil 8 atau kelompok relatif mampu. Namun, kondisi nyata yang mereka jalani jauh dari kata sejahtera, baik dari sisi ekonomi maupun tempat tinggal yang tidak layak huni.

Kehadiran Syibral bersama rombongan menjadi bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam kunjungan itu, pihaknya turut menyalurkan bantuan langsung sebagai bentuk kepedulian awal. “Ada sedikit bantuan yang kami bawa. Memang tidak banyak, namun ini sebagai bukti kami hadir di tengah masyarakat,” ujar Syibral. Kamis 23 April 2026.

Ia mengungkapkan, kebutuhan mendesak yang dihadapi pasutri tersebut meliputi rehabilitasi rumah dan bantuan kursi roda. Untuk perbaikan rumah, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh sekaligus anggota DPR RI, Jamaluddin Idham, guna mendorong realisasi bantuan tersebut. Selain itu, bantuan kursi roda untuk Ali Munir juga sedang diupayakan.

Di sisi lain, Zuraidah menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya dan sang suami yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Syibral juga menyoroti kejanggalan data yang menempatkan pasutri tersebut dalam desil 8. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pentingnya validasi ulang data kemiskinan agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Ia menjelaskan, ketidaksesuaian data kerap terjadi akibat belum diperbaruinya informasi atau perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang tidak tercatat.

“Bisa saja dulu mereka tergolong mampu, namun kondisinya kini menurun drastis sementara data belum berubah,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kesalahan indikator atau pencatatan aset sering kali membuat klasifikasi tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Melalui temuan ini, Syibral berharap pemerintah dapat melakukan pembaruan data secara berkala serta verifikasi langsung di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara tepat dan berkeadilan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....