Kemenekraf RI Gelar Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih di Aceh Utara
- 22 Sep 2026 18:15 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara— Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf RI) menyelenggarakan kegiatan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih (RKMP) yang berlangsung selama dua hari di Aula Sekdakab Aceh Utara, Selasa-Rabu (22-23 September 2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di kawasan Aceh dan Sumatera Barat., sedangkan kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Aceh Utara diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Zulkifli, S.Ag., M.Pd.
Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Kementerian Ekonomi Kreatif, Indri, menjelaskan bahwa latar belakang pelaksanaan kegiatan ini berkaitan erat dengan penanganan dampak bencana yang terjadi pada tahun lalu.
"Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran khusus yang dirujuk melalui Keppres Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pendampingan dan penganggaran ini akan terus dialokasikan hingga tahun 2027," kata Indri .
Indri didampingi Adyatama Parekraf, Dian.menambahkan bahwa penetapan wilayah Aceh Utara sebagai salah satu lokasi kegiatan didasarkan pada hasil pemetaan tingkat nasional terkait wilayah yang mengalami dampak bencana cukup besar.
“Secara keseluruhan, program Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih ini dilaksanakan di 11 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh yaitu 7 lokasi dan Sumatera Barat, 4 lokasi, sedangkan untuk kegiatan di Aceh Utara diikuti oleh 40 peserta pelaku ekonomi kreatif per harinya yang tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Utara “jelasnya.
Dalam kegiatan ini, lanjutnya, pihak kementerian menghadirkan, seorang fashion designer Khairul Fajri Yahya, sebagai narasumber untuk mendampingi peserta dalam menggali potensi produk lokal, strategi promosi, hingga pemahaman terkait pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
"Kegiatan ini ditujukan khusus bagi para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Utara agar mereka memahami pembeda antara UMKM biasa dengan ekonomi kreatif, di mana ekraf merupakan bentuk 'naik kelas' dari UMKM. Kami berharap materi yang diberikan dapat membantu mereka membangun ekosistem usaha dan kembali bangkit melalui produk unggulannya," harapnya
Guna memastikan keberlanjutan program, pihaknya telah menyiapkan tahapan pendampingan lanjutan. Setelah sesi tatap muka, para peserta akan mengikuti pelatihan daring mengenai pemasaran usaha secara digital (online) termasuk showcasing atau pameran untuk melatih para pelaku ekraf dalam memasarkan produknya secara luas.
“Kami harapkan melalui program pendampingan yang akan terus bergulir hingga 2027 ini, kami terus berkolaborasi dengan dinas setempat serta lintas kementerian/lembaga dalam memulihkan serta memajukan perekonomian masyarakat di Aceh Utara pasca-bencana.”pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....