Sambut Maulid, Kemenag Ajak Umat Islam Berselawat Nabi
- 23 Agt 2026 19:23 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Jakarta - Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., Kementerian agama (Kemenag) mengajak masyarakat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. melalui selawat dan keteladanan. Dalam Gema Selawat Kebangsaan, Kemenag menargetkan keterlibatan 1.781.945 peserta yang berselawat dari berbagai penjuru Indonesia.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengatakan Gema Selawat Kebangsaan dirancang sebagai ruang bersama untuk menghidupkan tradisi selawat sekaligus meneladani akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Rabiulawal adalah momentum untuk memperbanyak selawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. Tetapi cinta tidak cukup berhenti pada lantunan selawat. Cinta harus berlanjut menjadi keteladanan dengan menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan: kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan kecintaan kepada tanah air,” ujar Muchlis Minggu 23 Agustus 2026.
Menurut Muchlis, target 1.781.945 peserta dipilih sebagai simbol 17 Agustus 1945, momentum kemerdekaan Indonesia. Angka tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi energi spiritual untuk merawat persatuan dan kecintaan kepada tanah air.
“Selawat untuk negeri berarti menghadirkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah saw. dalam merawat Indonesia. Semangat berselawat harus mendorong kita membangun kehidupan yang damai, adil, saling menghormati, dan penuh kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Selawat kebangsaan untuk negeri juga diharapkan menjadi ikhtiar spiritual sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Di tengah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Gema Selawat Kebangsaan mengajak masyarakat mendoakan serta menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang tengah menghadapi ujian.
Salah satu rangkaian utama Gema Selawat Kebangsaan adalah pembacaan dan khataman Dalā’il al-Khayrāt, karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, ulama besar Maroko abad ke-9 Hijriah. Kitab yang menghimpun selawat kepada Nabi Muhammad saw. ini telah dibaca lintas generasi di berbagai wilayah dunia Islam dan menjadi bagian dari khazanah serta tradisi keagamaan umat Islam Indonesia.
Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt akan dilakukan secara bertahap selama satu pekan dengan mengikuti pembagian hizib dalam kitab tersebut. Masyarakat dapat mengikutinya secara berjemaah melalui masjid, majelis taklim, pesantren, lembaga pendidikan dan komunitas keagamaan, maupun secara mandiri. Rangkaian ini diharapkan tidak berhenti pada aktivitas ritual, tetapi menjadi jalan untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah saw.
Rangkaian kegiatan ini akan diluncurkan pada 26 Agustus 2026. Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya gerakan nasional yang melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk menyemarakkan Rabiulawal dengan selawat, kecintaan kepada Rasulullah, dan penguatan keteladanan beliau.
Muchlis menambahkan, acara ini sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan kehidupan keagamaan yang membawa kedamaian, persaudaraan, dan kemaslahatan. Peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghadirkan akhlak Rasulullah saw. dalam hubungan antarsesama dan kehidupan kebangsaan.
“Dengan semangat ‘Selawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia’, kami mengajak masyarakat menjadikan Rabiulawal bukan sekadar momentum memperingati kelahiran Rasulullah saw., tetapi juga momentum menghidupkan teladan beliau. Semoga gema selawat dari berbagai penjuru Indonesia menjadi gema cinta kepada Rasulullah, cinta kepada sesama, dan cinta kepada negeri,” pungkas Muchlis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....