Kementerian Kehutanan Siapkan Program Pemulihan Kopi Gayo Pascabencana
- 11 Jun 2026 19:11 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta menyampaikan bahwa program tersebut akan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dengan fokus pada pendampingan intensif bagi petani kopi di kawasan Dataran Tinggi Gayo. Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Rohmat, pemulihan akan dilakukan melalui pengembangan sistem agroforestri kopi yang tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga mengembalikan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Program ini mencakup sejumlah wilayah di Aceh, antara lain Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues yang selama ini menjadi sentra produksi kopi Gayo.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Kementerian Kehutanan tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah pusat, tetapi juga mengusulkan dukungan pendanaan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup atau BPDLH.
Selain itu, Kementerian Kehutanan juga mengusulkan anggaran tambahan tahun 2026 sebesar delapan triliun rupiah untuk pemulihan kawasan hutan yang rusak akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alexandra Lukman, mengingatkan agar proses pemulihan pascabencana tidak terus tertunda dan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat terdampak dapat merasakan manfaatnya.
Pemerintah berharap program pemulihan berbasis agroforestri ini mampu memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas kopi Gayo yang menjadi salah satu produk unggulan Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....