Satgas PRR Tinjau Tanggul Krueng Tamiang dan Proyek Pemulihan
- 06 Jun 2026 22:34 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Tamiang - Tim Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mencatat perkembangan positif saat melakukan kunjungan kerja di sejumlah lokasi di Aceh Tamiang. Salah satu titik yang ditinjau berada di Desa Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, di mana pembangunan tanggul pengaman Sungai Krueng Tamiang sepanjang 500 meter.Sabtu 6 Mei 2026.
Tanggul ini dibangun untuk mengurangi risiko luapan air sungai ke permukiman warga sekitar. Sungai Krueng Tamiang sendiri memiliki panjang sekitar 217 kilometer dan menjadi salah satu sungai penting di Aceh karena mendukung aktivitas pertanian, perikanan, hingga mobilitas masyarakat di beberapa wilayah.
Proyek pengendalian banjir tersebut terdiri dari 453 meter tanggul tanah dan 47 meter sheet pile yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Pembangunan sudah dimulai sejak 5 Januari 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga menyoroti kondisi teknis di lapangan. Ditemukan adanya beberapa bagian sheet pile yang belum sepenuhnya tegak lurus. Untuk itu, tim teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum memberikan rekomendasi perbaikan, termasuk penyesuaian posisi pancang serta percepatan penggunaan alat kerja agar proyek tetap sesuai jadwal.
Selain proyek tanggul, Satgas PRR juga memantau beberapa program lain, termasuk penanganan longsor di Desa Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026 untuk mengantisipasi musim hujan.
Pemantauan juga mencakup pembangunan hunian tetap (huntap) yang dikerjakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dengan rencana total 500 unit. Dari hasil pengecekan, sekitar 108 unit sudah hampir selesai dan direncanakan dapat diresmikan pada pertengahan Juni 2026. Sementara itu, sebagian unit lainnya masih dalam tahap pembangunan awal maupun persiapan pondasi.
Secara keseluruhan, program huntap di Provinsi Aceh ditargetkan mencapai puluhan ribu unit. Berdasarkan laporan terbaru, sebagian sudah rampung, sementara lainnya masih dalam proses pengerjaan bertahap.
Seluruh upaya ini merupakan bagian dari rencana besar pemulihan dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra yang telah disusun dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kembali infrastruktur, mengurangi risiko bencana, serta memastikan masyarakat terdampak dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.
Pihak pemerintah menegaskan bahwa proses pemulihan ini dirancang berlangsung hingga beberapa tahun ke depan dengan tahapan yang sudah disusun secara bertahap sesuai rencana kerja nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....